Senin, 31 Oktober 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN MEDIA


A.   Perkembangan Media Cetak; Surat Kabar dan Majalah

I. Sejarah Surat Kabar Dunia

Sebelum mengenal tulisan, manusia berkomunikasi menggunakan lisan. Sama halnya dalam berkomunikasi, manusia pada zaman tersebut menyampaikan kabar ataupun pengumuman dari mulut ke mulut. Setelah mengenal tulisan, manusia menyampaikan kabar melalui surat tertulis dan papan pengumuman. Sebelum lahirnya suratkabar, ada dua jenis terbitan berita periodik yaitu lembaran berita dengan tulisan tangan, dan lembaran pemberitaan tunggal. Kedua media tersebut muncul bersamaan.
Pertama di awal kerajaan Romawi yang diprakarsai oleh Raja Imam Agung. Papan pengumuman ini disebut “Annals” dan digantungkan di setiap serambi rumah. Annals berfungsi sebagai pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya. Saat Julius Caesar berkuasa pada tahun 100-44 SM, ia memerintahkan agar kegiatan setiap anggota senat dan hasil sidang diumumkan pada “Acta Diurna”, yang juga berisi tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, dan hal-hal yang perlu disampaikan dan diketahui oleh rakyatnya. Acta Diurna dicetak ke dalam sebongkah batu atau selembar logam, kemudian dipasang atau ditempelkan di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui umum.
Berita dari Acta Diurna diebarluaskan oleh para “Diurnanii”. Diurnarii adalah sebutan untuk orang-orang yang bekerja membuat catatan dari hasil rapat senat setiap hari untuk para tuan tanah dan hartawan. Kata jurnalistik secara harfiah berasal dari Acta Diurna yaitu “Diurnal” yang dalam bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari”. Kemudian diadopsi ke dalam bahasa Perancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian” atau “laporan”. Dan dari kata “Diunarii” muncul kata “Diurnalis” atau “journalist” (wartawan).
Kemudian di Cina muncul lembaran berita terbitan pemerintah yang disebut “Tching-pao” atau King pau  yang berarti kabar dari istana. King Pau beredar di kantor pengadilan selama masa kekuasaan Dinasti Han. Pada tahun 713-734 M, Dinasti Tang menerbitkan Kai Yuan Zan Bao yang diwartakan oleh pejabat resmi pemerintahan. Kai Yuan Zan Bao ditulis tangan pada sehelai kain sutra. Pada tahun 1351 M, Kaisar Quang Soo mengedarkannya secara teratur secara seminggu sekali. Kemudian pada tahun 1582 ditemukan surat kabar pertama yang diterbitkan oleh pihak swasta asing di Beijing. Surat kabar tersebut dicetak pada sebidang kayu dan dipublikasikan secara pribadi pada akhir masa pemerintahan Dinasti Ming.
Penyampaian informasi melalui surat kabar didukung penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada tahun 1450. Salah satu berita terbesar yang pertama kali diberitakan adalah pengumuman hasil ekspedisi Christoper Columbus ke Benua Amerika pada tahun 1493.  Pada tahun 1556, Pemerintah Venesia menerbitkan Notizie Scritte yang terbit bulanan dengan harga satu gazetta. Media ini ditulis tangan dan berisi kumpulan berita yang digunakan untuk menyampaikan berita politik, militer, dan ekonomi secara cepat dan efisien ke seluruh Eropa, khususnya Italia.
Media-media tersebut tidak layak disebut sebagai surat kabar karena tidak diperuntukkan untuk masyarakat umum dan terbatas pada topik tertentu. Pada awal tahun 1600-an, penerbitan yang menjadi cikal bakal surat kabar beredar di Inggris dan Perancis. Sebuah kumpulan berita yang dikenal bernama “Relations” atau “Relaciones” dalam bahasa Spanyol. Media penyiaran berita umumnya dicetak dalam lembaran besar kemudian dipasang di tempat umum. Terbitan tersebut menyerupai pamflet dan untuk berita yang panjang berupa buku kecil ditambah dengan ilustrasi sederhana. Terbitan tersebut sering dibacakan keras-keras karena rasio buta huruf yang tinggi.
Istilah surat kabar umum digunakan pada abad ke-17. Namun, pada awal abad ke-16 muncul surat kabar seperti sekarang di Jerman. Media tersebut dicetak, memiliki tanggal terbit, terbit teratur, dan keragaman berita. Surat kabar pertama dikenal dengan nama Strasbourg Relation. Surat kabar Jerman diatur berdasarkan asal penerbit, tanggal, dan memuat halaman muka yang menarik. Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien merupakan relation berbahasa Jerman yang diakui sebagai surat kabar pertama. Tepatnya pada tahun 1605 Johann Carolus menerbitkannya di kota Strasbourg. Surat kabar modern pertama Jerman dicetak di Wolfenbüttel, dan disebut Avisa.
Pada tahun 1620 surat kabar berbahasa Inggris pertama, Corrant dicetak di Amsterdam dan diterbitkan di Italia dan Jerman. La Gazette yang semula bernama Gazette de France adalah surat kabar pertama di Perancis yang terbit pada tahun 1631. Surat kabar berbahasa Spanyol pertama, Gaceta de Madrid terbit pada tahun 1661. Post-och Inrikes Tidnigar (semula bernama Ordinari Post Tijdender) diterbitkan di Swedia pertama kali pada tahun 1645 dan menjadi surat kabar tertua yang masih terbit hingga saat ini walaupun berbentuk online. Pada tahun 1656 diterbitkan surat kabar Opregte Haarlemsche Courant dari Haarlem, dan merupakan surat kabar tertua yang masih terbit dalam bentuk cetakan hingga saat ini. Ketika Jerman menguasai Belanda pada tahun 1942, penerbitan dilebur dengan perusahaan Haarlems Dagblad. Sejak saat itu, penerbitan surat kabar ini selalu mencantumkan tulisan Oprechte Haerlemse Courant 1656.
Nathaniel Butter dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan surat kabar berbahasa Inggris yang terbit secara berkala pada tahun 1622. Pada tahun 1665 di Inggris, terdapat surat kabar pertama yang terbit teratur setiap hari bernama “Oxford Gazette”. Ketika Henry Muddiman menjadi editor, Oxford Gazette berubah nama menjadi “London Gazette”. Henry adalah orang pertama yang menggunakan istilah “Newspaper”. The Daily Courant pada tahun 1702 menjadi surat kabar yang memberitakan masalah politik dan pemerintahan.
Di Amerika Serikat, seorang berkebangsaan Inggris bernama Benjamin Harris menerbitkan surat kabar pertama pada tahun 1690 dengan nama “Public Occurences Both Foreign and Domestick” di Boston. Surat kabar ini tidak bertahan lama karena tidak memiliki izin resmi penerbitan. Surat kabar pertama yang memiliki izin penerbitan adalah Boston News-Letter yang terbit secara berkala di negara bagian Boston pada tahun 1704. The Pennsylvania Evening Post merupakan harian pertama yang memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Pennsylvania pada tahun 1783.


II. Karakteristik Surat Kabar
Karakteristik surat kabar sebagai media massa mencakup :
1.      Publisitas
Disebut juga publicity yang merupakan penyebaran pada publik atau khalayak (Effendy, dalam Karlinah, dkk. 1999). Salah satu karakteristik media massa adalah pesan dapat diterima oleh sebanyak-banyaknya khalayak karena pesan tersebut penting untuk diketahui umum. Dengan demikian, pesan-pesan melalui surat kabar harus memenuhi kriteria tersebut.
2.      Periodesisasi
Menunjuk pada keteraturan terbitnya. Sifat ini sangat penting dimiliki media massa. Sama seperti halnya makan, manusia setiap hari membutuhkan informasi. Maka surat kabar harus memiliki periodisasai terbitnya surat kabar tersebut.
3.      Universalitas
Menunjuk pada kesemestaan isinya, yang beraneka ragam dan dari seluruh dunia. Isi surat kabar meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, seperti masalah sosial ekonomi dan lain-lain. Selain itu, lingkup kegiatannya bersifat lokal, regional, nasional bahkan  internasional. Jadi bila penerbitan hanya memiliki satu aspek saja, terbitan tersebut tidak bisa disebut dengan surat kabar.
4.      Aktualitas
Menurut kata asalnya, aktualitas berarti “kini” dan “keadaan sebenarnya”. Kedua istilah tersebut erat kaitannya dengan berita, karena berita adalah laporan tercepat mengenai fakta-fakta atau opini yang menarik minat dan penting. Laporan tercepat menunjukkan kekinian atau terbaru.
5.      Terdokumentasikan
Beberapa pihak seringkali menjadikan berita di koran sebagai kliping atau arsip. Karena berita memang menyajikan berbagai fakta dalam bentuk berita dan artikel.

III. Penerbitan Surat Kabar dalam Hubungannya di Bidang Ekonomi dan Politik
A. Ekonomi
Pada permulaan abad ke-17, Amsterdam menjadi pusat persuratkabaran Eropa.  Surat kabar dianggap sebagai media yang menggambarkan komersialisasi informasi dengan sangat baik. The Corrant out of Italy, Germany etc dan The Courant d’Italie merupakan dua surat kabar yang diterbitkan pertama kali, yaitu pada tahun 1620. Munculnya kedua surat kabar tersebut di lingkungan masyarakat merangsang perkembangan surat kabar mulai dari tahun 1662 hingga saat ini.
Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg memicu kesadaran para pengusaha akan pentingnya publisitas. Para pengusaha mulai menawarkan produk-produk mereka melalui iklan-iklan yang dimuat di surat kabar. Surat kabar pada masa itu dianggap sangat efektif menyebarkan pengaruh tertentu terhadap pembaca.
            Pada permulaan abad ke-18, apa yang disebut Asa Briggs dan Peter Burke sebagai “kediktatoran jarak” dapat diatasi dengan  lalu lintas informasi yang membelah Atlantik dari Inggris ke Boston. Saat itu, informasi disajikan lewat lembaran-lembaran kertas yang tidak tersistem. Kebutuhan akan efektifitas penggunaan kertas sehingga memangkas beban angkut sekaligus biayanya lambat laun melahirkan surat kabar.
Disini kami mencoba menjelaskan satu contoh kasus surat kabar yang mempunyai hubungan di bidang ekonomi. Kepemilikan suatu surat kabar tampaknya menjanjikan keuntungan besar jika dilihat dari banyaknya pemasang iklan di surat kabar. Beberapa pengusaha pun tertarik untuk melebarkan sayapnya di dunia media cetak. Selain tujuan finansial, surat kabar juga dapat dijadikan alat propaganda masyarakat yang efektif. Salah satu contohnya adalah kepemilikan La Stampa oleh Fiat S.p.A.
La Stampa adalah salah satu koran nasional besar di Italia. Koran ini sudah berdiri sejak tahun 1867 meski dengan nama berbeda yakni Gazetta Piedmontese. La Stampa sudah berkali-kali berganti pemilik dan pemimpin. Hingga akhirnya pada tahun 1926, sebuah perusahaan otomotif terkemuka di Italia, Fiat, mengambil alih kepemilikan surat kabar nasional ini. Fiat memanfaatkan La Stampa untuk mendukung kegiatan komunikasi dan publikasi produk dari perusahaannya. Bahkan hingga kini, La Stampa masih berada di bawah naungan Fiat S.p.A.

B. Politik
Penemuan mesin cetak juga merangsang para pelaku pemerintahan untuk melakukan propaganda melalui media tertulis, baik propaganda mengenai profil mereka ataupun kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan. Seperti yang dilakukan Raja Louis XIV yang "kemegahan" reputasi pemerintahannya (1661) merupakan buah tangan surat kabar.
Praktek propaganda sudah terlihat bahkan pada tahun-tahun sebelum masa pemerintahan Raja Louis XIV. Bersamaan dengan Fronde (Perang Saudara Inggris atau Revolusi Inggris) tahun 1648-1652, terjadi ledakan bahan cetakan dimana propaganda mengenai kebebasan percetakan yang tidak berlisensi dilancarkan. Propaganda tersebut merupakan cikal bakal lahirnya kebebasan pers dewasa ini.
Surat kabar dianggap sebagai wadah masyarakat menyampaikan aspirasi poltiknya. Seperti dalam koran mingguan dalam bahasa Perancis, Gazette d’Amsterdam yang mulai memuat tulisan-tulisan yang mengkritik Gereja Katolik dan kebijaksanaan pemerinta Perancis. Surat kabar merupakan salah satu pelopor munculnya "opini publik" yang pada masa-masa berikutnya berkembang lebih luas menjadi "ruang publik".

IV. Perkembangan Surat Kabar di Indonesia

A. Surat Kabar di Indonesia
­­­            Dalam perkembangannya, surat kabar di Indonesia memiliki runtutan fase yaitu yang pertama kalinya muncul adalah koran Bromartani yang diterbitkan oleh Harteveld & Co di Surakarta menggunakan bahasa Jawa. Koran Bromartani ini merupakan tiga koran tertua di Indonesia. Selain koran Bromartani, ada juga dua koran tertua lainnya yakni Soerat Kabar Bahasa Melayu, yang diterbitkan di Surabaya oleh penerbit E.Fuhri. koran ketiga yaitu Soerat Chabar Batavie yang pertama kali diterbitkan pada hari Sabtu 3 April 1858 oleh pengusaha Longe & Co. Kemudian disusul Selompret Melajoe di Semarang pada tahun 1860.
Pada era ini, di luar Jawa juga lahir sejumlah surat kabar antara lain Celebes Courant dan Makassar Handelsblad di Ujungpandang, Tjahja Siang di Manado, Sumatra Courant dan Padangsch Handelsblad di Padang. Sementara di Batavia juga lahir sejumlah koran. Yang paling popular yakni Bintang Betawi. Hanya saja koran-koran yang terbit pada masa awal sejarah pers tersebut kebanyakan dikelola kaum kolonial.
            Disamping itu, juga terdapat surat kabar asing yang masuk dan beredar di Indonesia. Bahasa yang digunakan masih menggunakan bahasa Belanda, karena surat kabar di masa itu diatur oleh pihak Binnenland Bestur (pengusaha dalam negeri). Hal yang diberitakan hanya hal-hal yang biasa dan ringan dari aktivitas pemerintah yang monoton, kehidupan para raja, dan sultan di Jawa sampai berita ekonomi dan kriminal. Yang pertama kali adalah Bataviase Nouvelles. Surat kabar ini diterbitkan pada jaman kompeni yaitu pada tanggal 7 Agustus 1744. Kala itu, Bataviasche Nouvelles hanya memuat berita tentang acara resepsi pejabat, pengumuman kedatangan kapal, stok barang dagangan, atau berita duka cita. Kemudian pada tanggal 5 Agustus 1810 surat kabar kedua terbit dengan nama De Bataviasche Koloniale Courant oleh Daendles.
Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang terbit di Batavia. Surat kabar ketiga terbit pada 29 Februari 1812 dengan nama The Java Gouverment Gazette yang kemudian sering disingkat Java Gazette. Keempat surat kabar berita negara, surat kabar ini diterbitkan pada tahun 1828 dengan menggunakan nama De Bataviasche Courant. Kemudian pada tahun 1836 terbit surat kabar kelima yaitu Soerabaijas Advertentie. Di Surabaya (1835) terbit Soerabajasch Niew en Advertentiebland. Sedangkan di Semarang terbit Semarangsche Advertentiebland dan De Searangsche Courant.
            Kemudian baru pada tahun 1900-an Dr. Wahidin Soedirohusodo menangani surat kabar Redno Dhoemilah dalam dua bahasa yaitu Jawa dan Melayu. Hal ini didasari setelah kolonial Belanda mengijinkan kaum Tionghoa mengelola media cetak. Orang-orang bumiputra baru mulai belajar mengelola koran setelah Tionghoa mulai menerbitkan surat kabar. Pada masa inilah mulai mengkampanyekan nasionalisme, pendidikan masyarakat, persamaan derajat dan budi pekerti.
Redno Dhoemila ini merupakan media pers lokal, hanya saja surat kabar Redno Dhoemilah ini juga didirikan oleh orang Belanda, FL Winter, dengan perusahaan penerbit milik kolonial H Bunning Co. Dan pada tahun 1901 Datuk Sultan Marajo bersama adiknya yang bernama Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberi nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia, dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.



B. Dinamika Pers di Indonesia
Perkembangan pers, dalam hal ini terutama surat kabar di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam 8 jaman, yaitu :
1.                   Zaman Penjajahan Belanda.
Memories der Nouvelles merupakan surat kabar pertama yang terbit di Indonesia atas perintah Jan Pieterzoon Coen pada tahun 1615. Surat kabar ini hanya ditulis dengan tangan dan diterbitkan oleh pemerintah VOC. Tanggal 14 Maret 1688, mesin cetak dari Belanda tiba di Indonesia, maka diterbitkanlah surat kabar tercetak yang pertama yang berisi perjanjian antara Belanda dengan sultan Makassar. Sifat koran tercetak pertama tersebut semata-mata komersiil belaka dan isinya adalah berita-berita tentang Indonesia dan Eropa serta dapat dikatakan hanya diusahakan oleh seorang saja, sebab pengusaha merangkap menjadi penerbit, pencetak sekaligus redaktur.
Pada tahun 1828 di Jakarta diterbitkan Javasche Courant yang isinya memuat berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari harian-harian di Eropa. Di Surabaya (1835) terbit Soerabajasch Advertentiebland yang kemudian diganti namanya menjadi Soerabajasch Niews en Advertentiebland dan Semarangsche Courant. Surat kabar yang terbit pada masa itu tidak mempunyai arti secara politis karena lebih merupakan surat kabar periklanan. Tidak lebih dari 1000-2000 eksemplar setiap kali terbit.
Bukan hanya di Jawa saja orang Belanda mengusahakan penerbitan surat kabar, tetapi juga di Sumatera dan Sulawesi. Di Padang pada masa itu terbit Soematra Courant, Padang Handeslsbland dan Bentara Melajoe. Di Makasar (Ujung Pandang) terbit Celebes Courant dan Makassaarch Handelsbland.
Versi lainnya, menurut Van der Kroef, Bromartani disebut sebagai surat kabar Indonesia pertama yang berbahasa melayu. Surat kabar ini terbit di Surakarta pada tahun 1855 yang kemudian disusul beberapa surat kabar lainnya seperti Slompret Melajoe yang terbit di Semarang pada tahun 1860, Bintang Timur pada tahun 1862 di Surabaya dan Matahari di Jakarta. Namun surat kabar-surat kabar tersebut jelas masih jauh di belakang Belanda dan China pada waktu itu. Hal ini disebabkan karena kurangnya tenaga kerja yang cakap, kurangnya dana, adanya tekanan dari penjajahan Belanda dan sedikitnya masyarakat pribumi yang bisa baca tulis.

2.                   Masa Kebangkitan Nasional/ Zaman pergerakan
Diawali munculnya pergerakan Budi utomo pada tanggal 20 Mei 1908, surat kabar Indonesia mulai disebut sebagai surat kabar perjuangan. Surat kabar ini berfungsi sebagai pendorong bangsa Indonesia dalam memperjuangkan nasib & kedudukan bangsa dan untuk menyampaikan azas, tujuan dan program aksi partai mengingat mulai munculnya banyak organisasi pergerakan dari berbagai golongan yang berbeda.
Masing-masing organisasi memiliki surat kabar masing masing. Budi Utomo sendiri menaungi surat kabar seperti Retnodoemilah, Darmo Kondo, Guru Desa dan Medan Priyayi. Sarekat Islam menaungi surat kabar Utusan Hindia, Bendera Islam, dan Kaum Muda. Serta masih banyak surat kabar lainnya yang berada dibawah paying organisasi pergerakan lain. Surat kabar-surat kabar tersebut membawa suara pergerakan dan membangkitkan kesadaran nasional untuk bergerak ke arah pemerintahan sendiri. Dari segi teknik cetak dan tenaga redaksi surat kabar ini masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan surat kabar buatan belanda. Namun melalui surat kabar tersebut, bangsa Indonesia lebih leluasa, teratur dan terarah dalam menyampaikan aspirasi nasional untuk merdeka.

3.                   Zaman Pendudukan Jepang
Surat kabar Indonesia masih terbit pada awal pendaratan tentara Jepang di Indonesia setelah pecahnya perang Pasifik pada tahun 1941. Namun setelah kurang lebih sebulan lamanya Jepang menduduki Indonesia, surat kabar berbahasa Belanda dihanguskan dan semua surat kabar yang tadinya berusaha berdiri sendiri dipaksa untuk bergabung menjadi satu dengan Jepang. Segala usahanya disesuaikan dengan rencana serta tujuan tentara jepang untuk memenangkan Perang Asia Timur Raya. Sehingga surat kabar-surat kabar Indonesia menemui ajalnya.
Surat kabar baru yang semata-mata menjadi alat pemerintah Jepang mulai diterbitkan. Diantaranya Asia Raya yang terbit di Jakarta, Sinar Baru di Semarang, Suara Asia di Surabaya dan Tjahaja yang diterbitkan di Bandung. Kabar dan berita yang dimuat di surat kabar ini hanyalah yang pro Jepang.
Pers nasional di masa pendudukan Jepang memang mengalami pengekangan dan penderitaan lebih jika dibandingkan dengan masa penjajahan Belanda. Namun tidak sedikit pula keuntungan yang diperoleh. Diantaranya, bertambah luasnya pengalaman karyawan pers Indonesia, tersedianya fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap, dalam bidang komersiil mengalami kemajuan.
Di jaman Jepang, oplah surat kabar yang terbit berkisar 20-30 eksemplar perhari dan ini merupakan suatu peningkatan yang cukup bagus. Seperti itulah keadaan pers Indonesia di jaman pendudukan Jepang, di samping banyak hal pahit yang dialami, namun ada juga keuntungan yang diperoleh.


4.                   Masa Revolusi Fisik/ Zaman Kemerdekaan
Setelah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, dalam periode ini pers Indonesia membawa corak tersendiri dalam sifat dan fungsinya.  Pers Indonesia digolongkan dalam dua kategori, yaitu terbit dan diusahakan di daerah pendudukan sekutu juga Belanda (pers NICA) dan pers yang terbit dan diusahakan di daerah yang dikuasai republik (pers republic). Kedua golongan pers ini sangat berlawanan. Pers Republik berisi semangat mempertahankan kemerdekaan dan menentang usaha pendudukan sekutu. Pers NICA berusaha mempengaruhi rakyat agar menerima kembali Belanda.
Pekerja pers menyadari betapa berpengaruhnya surat kabar sebagai alat pembangkit semangat dan jiwa kepahlawanan maka diterbitkan surat kabar berita Indonesia di Jakarta. Surat kabar ini dianggap sebagai pelopor koran-koran republik. Sehingga terbitlah koran-koran republik lainya di berbagai daerah. Pers Republik memang mengalami berbagai kesulitan di daerah-daerah pendudukan namun pada akhirnya mengalami kemenangan yang gemilang atas pers NICA. Dengan terpaksa Belanda mengakui kedaulatan Republic Indonesia pada desember 1949.
Dalam periode revolusi fisik ini mulai timbul gejala-gejala bahwa pers Indonesia mulai beralih menggunakan cara yang ditempuh dalam lingkup demokrasi liberal. Setelah dikeluarkanya maklumat pemerintah pada November 1945, mulai muncul partai politik yang berusaha mempengaruhi pers dan memiliki surat kabar yang dapat menjadi terompet partai tersebut. Gejala lainnya yaitu penyalahgunaan kemerdekaan pers yang menonjol sehingga istilah-istilah yang sebenarnya kurang pantas digunakan menjadi hal yang sudah biasa digunakan sehari-hari.
Namun jika dilihat secara keseluruhan, peranan pers Indonesia selama revolusi fisik tidaklah kecil. Mereka memelihara semangat perjuangan dan perlawanan rakyat serta menyatukan tekad yang kuat menghadapi kaum penjajah.

5.                   Masa Demokrasi Liberal
Periode ini berkisar tahun 1950 sampai tahun 1959. Merupakan suatu lembaran hitam dalam sejarah pers Indonesia. Untuk memperoleh pengaruh dan dukungan pendapat umum, pers yang pada masa ini mewakili aliran-aliran politik yang saling bertentangan, menyalahgunakan freedom of the press. Bahkan tak jarang melampaui batas kesopanan.
Para wartawan dalam masa liberal ini banyak dihinggapi jiwa liberalitas dan penyakit sinisme. Bahkan krisis moril juga menghinggapi para pekerja pers ini. Mereka memuat berita-berita tak bernilai, tuduhan-tuduhan keji, dan artikel-artikel sensasional yang tidak bermutu. Pers Indonesia seolah tertidur dan lupa akan perjuangan dan pembangunan yang harus dilanjutkan agar mampu mencapai tujuan ke depan.
Dengan dibentuknya kabinet Karya sebagai pengganti kabinet ARI, pers Indonesia mulai bisa dikendalikan. Secara perlahan dan bertahap mulai melaksanakan fungsinya seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Untuk mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmurbukan dengan saling jegal-menjegal melainkan bekerja sama. Jika ditilik kembali mengenai fungsi dan sistim pers Indonesia di masa liberal, maka dapat dikatakan bahwa penyelewengan yang dilakukan oleh pihak pers tersebut dikarenakan salahnya mengartikan praktik dari kebebasan per tersebut.

6.                   Masa Demokrasi Terpimpin/ Orde Lama
Masa orde lama dipimpin oleh presiden Soekarno sebagai tindak lanjut dekrit presiden 5 juli 1959. Dalam pelaksanaanya, ternyata prinsip demokrasi yang hendak ditegakkan tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah. Bahkan jauh menyimpang dan bertentangan dengan UUD 1945. Kenyataan dari demokrasi terpimpin tersebut tercemin pula dalam dunia pers Indonesia pada masa itu.
Fungsi dan sistem pers dapat dikatakan menganut konsep otoriter. Pers digunakan senagai terompet penguasa dan bertugas mengagung-agungkan pribadi Soekarno sebagai pemimpin besar revolusi dan mengindoktrinasi manipol. Kekangan pers tetap berlaku, bahkan pers diberi tugas sebagai alat kolektif penggerak aksi-aksi masa secara revolusioner dengan membangkitkan jiwa, kehendak, dan tindakan massa dengan tujuan melaksanakan manipol serta segala ketetapan yang diambil pemerintah.
Kurang lebih 10 hari setelah Dekrit Presiden RI menyatakan kembali ke UUD 1945, tindakan tekanan pers terus berlangsung. Terjadi pembredelan terhadap kantor berita PIA dan surat kabar Republik, Pedoman, Berita Indonesia, dan Sin Po. Awal tahun 1960 penekanan kebebasan pers diawali dengan peringatan Menteri Muda Maladi bahwa “langkah-langkah tegas akan dilakukan terhadap surat kabar, majalah-majalah, dan kantor-kantor berita yang tidak menaati peraturan yang diperlukan dalam usaha menerbitkan pers nasional”. Penguasa perang juga mulai mengenakan sanksi-sanksi perizinan terhadap pers.
Tahun 1964 kondisi kebebasan pers makin buruk: digambarkan oleh E.C. Smith dengan mengutip dari Army Handbook bahwa Kementerian Penerangan dan badan-badannya mengontrol semua kegiatan pers. Perubahan ada hampir tidak lebih sekedar perubahan sumber wewenang, karena sensor tetap ketat dan dilakukan secara sepihak.

7.                   Masa Orde Baru
Dengan dikeluarkanya Supersemar oleh presiden Soekarno kepada Jendral Soeharto, maka dimulailah babak baru pemerintahan Indonesia. Dalam periode ini dikatakan bahwa UUD 45 dan Pancasila benar-benar ingin dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Sehingga lahirlah istilah pers Pancasila.
Menurut sidang pleno ke 25 Dewan Pers bahwa Pers Pancasila adalah pers Indonesia dalam arti pers yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hakekat pers Pancasila adalah pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat, dan kontrol sosial yang konstruktif.
Masa kebebasan ini berlangsung selama delapan tahun. Namun pers kembali seperti zaman orde lama karena terjadi peristiwa Malari (Lima Belas Januari 1974). Dengan munculnya peristiwa Malari beserta peristiwa-peristiwa lainnya, beberapa surat kabar dilarang terbit/dibredel, diantaranya Kompas, Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo yang merupakan contoh-contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini.
Pers pasca peristiwa Malari cenderung pers yang mewakili kepentingan penguasa, pemerintah atau negara. Kontrol terhadap pers ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Indepen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara. Pemerintah orde baru menganggap bahwa pers adalah institusi politik yang harus diatur dan dikontrol sebagaimana organisasi masa dan partai politik.

8.                   Masa Reformasi
Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi. Kalangan pers kembali bernafas lega karena pemerintah mengeluarkan UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi manusia dan UU no. 40 tahun 1999 tentang pers.
Dalam UU Pers tersebut dengan tegas dijamin adanya kemerdekaan pers sebagai Hak asasi warga negara (pasal 4) dan terhadap pers nasional tidak lagi diadakan penyensoran, pembredelan, dan pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 2). Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan memiliki hak tolak agar wartawan dapat melindungi sumber informasi, dengan cara menolak menyebutkan identitas sumber informasi, kecuali hak tolak gugur apabila demi kepentingan dan ketertiban umum, keselamatan negara yang dinyatakan oleh pengadilan.
Hingga kini kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Penyiaran dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan Pers. Namun kegiatan jurnalisme ini juga cukup banyak yang melanggar kode etik pers sehingga masih menimbulkan kontroversi di masyarakat.

V. Majalah

A. Sejarah Majalah
            Kata ‘majalah’ berasal dari bahasa Prancis, yaitu ‘magasin’ yang berarti gudang atau ruang tempat menyimpan sesuatu. Beberapa ahli mendefinisikan kata ‘majalah’ sebagai kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya,yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran kuarto atau folio dan dijilid dalam bentuk buku, serta diterbitkan secara berkala. Majalah dapat diterbitkan secara berkala seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali namun tidak setiap hari.
            Majalah pertama kali terbit sejak tahun 1665 di Prancis, yaitu Le Journal de savants. Namun pada saat itu majalah ini masih berupa sisipan dari surat kabar. Le Journal de savant ini merupakan majalah periodik yang berisi berita penting dari berbagai buku dan penulis, komentar seni, filsafat, dan iptek.
            Di Inggris, majalah yang pertama kali terbit adalah majalah Tatler, yaitu pada tahun 1709 – 1711 dan The Spectactor pada tahun 1711-1712. Namun kedua majalah tersebut hanyalah merupakan majalah yang terbit singkat. Gentlemen’s Magazine lebih tepat disebut sebagai majalah umum pertama yang terbit di Inggris. Majalah ini mulai terbit pada tahun 1731 dan dapat bertahan hingga tahun tahun 1901. Gentlemen’s Magazine ini berisi berbagai topik tentang sastra, politik, biografi, dan kritisisme. Menyusul sepuluh tahun kemudian, majalah pertama terbit di Amerika Serikat.
            Sedangkan di Indonesia, pada masa – masa awal penerbitan pers, majalah lebih banyak digunakan sebagai media penggerak massa untuk melawan pemerintahan yang tidak berpihak pada masyarakat. Di samping itu majalah juga dijadikan alat penyebaran ideologi, kebijakan, atau untuk memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu. Dengan kata lain, pada awalnya penggunaan majalah di Indonesia cenderung bersifat idealis dan politis.
            Kemudian setelah konflik politik mengendur, pers Indonesia mulai menampakkan sisi liberal. Kepentingan yang ada dalam penerbitan majalah mulai bergeser pada kepentingan bisnis yang berorientasi profit. Majalah – majalah baru yang berkonten umum mulai bermunculan dengan tujuan meraih pasar seluas – luasnya demi memperoleh keuntungan sebanyak – banyaknya.

B. Perkembangan Majalah
            Dunia percetakan mengalami kemajuan tak henti – henti sejak dikembangkannya mesin cetak oleh Johannes Guttenberg pada tahun 1455. Penemuan mesin cetak ini secara dramatis telah meningkatkan kecepatan produksi berbagai barang cetakan, yang tentu saja majalah termasuk salah satunya. Dengan adanya mesin cetak ini waktu yang digunakan untuk memproduksi barang cetakan banyak berkurang sehingga produk yang dihasilkan juga semakin banyak.
            Kemajuan teknologi juga merupakan salah satu faktor penting yang menunjang perkembangan majalah. Sebelumnya penerbit media harus cekatan dalam pengumpulan beritadari berbagai tempat. Makin tingginya kecanggihan teknologi cetak mempercepat penyebaran buku dan majalah hingga menjadi massal.
            Perubahan besar pada industri majalah terjadi pada tahun 1890-an, yaitu ketika sejumlah penerbit mulai mengubah industri penerbitan majalah secara revolusioner. Pengubahan industri penerbitan ini terjadi karena para penerbit tersebut melihat adanya ratusan ribu calon pelanggan yang belum terlayani oleh majalah yang ada. Maka dari itu beberapa tokoh penerbit majalah, seperti S.S. McClure, Frank Musey, dan Cyrus Curtis menciptakan majalah yang isinya sesuai dengan selera dan kepentingan orang banyak.
Munsey’s dan McClure’s mulai menyajikan artikel olahraga umum, tulisan tentang perang, lagu-lagu populer, selebritis, dan sebagainya. Sedangkan Curtis menerbitkan majalah kaum ibu yang diberi nama Ladies’ Home Journal. Majalah – majalah lain dengan berbagai fokus yang berbeda, seperti majalah – majalah khusus seni, arsitektur, kesehatan, dan sebagainya pun mulai bermunculan tak lama kemudian. Kondisi ini kemudian menimbulkan sebuah fenomena yang disebut dengan popularisasi dan segmentasi isi.

C. Perkembangan Majalah di Indonesia
           
Perkembangan majalah di Indonesia terbagi menjadi empat fase, yaitu pada masa awal kemerdekaan,  zaman orde lama, zaman orde baru, dan zaman reformasi.
a. Awal kemerdekaan
Pada awal kemerdekaan, semua majalah diterbitkan dengan satu tujuan, yaitu untuk menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda. Rakyat Indonesia berusaha untuk mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa serta menegakan kedaulatan rakyat.

b. Zaman orde lama
Nasib majalah pada masa orde lama dapat dikatakan sangat tragis sejak dikeluarkannya pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di seluruh Indonesia. Dalam pedoman ini surat kabar dan majalah di Indonesia wajib menjadi pendukung, pembela dan alat penyebar “Manifesto Politik” yang pada saat itu menjadi haluan negara dan program pemerintah. Akibatnya perkembangan majalah tidak begitu baik majalah yang terbit relatif sedikit.

c. Zaman orde baru
Awal orde baru banyak majalah terbit dengan cukup beragam jenisnya. Bahkan terdapat kategorisasi majalah yang terbit pada masa orde baru ini, yaitu:
·         majalah berita : Tempo, Gatra, Sinar, Teras
·         majalah keluarga : Ayahbunda, Famili
·         majalah wanita : Femina, Kartini, Sarinah
·         majalah pria : Matra
·         majalah remaja wanita : Gadis, Kawanku
·         majalah remaja pria : Hai
·         majalah anak – anak : Bobo, Ganesha, Aku Anak Saleh

d. Zaman reformasi
Pada zaman reformasi tidak diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) untuk membuka usaha penerbitan. Hal ini membuat berbagai pihak menerbitkan majalah baru dapat terbit sesuai dengan tuntutan pasar.
masa sekarang
Berbeda dengan majalah pada awal diterbitkannya, seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi majalah saat ini dapat langsung diakses melalui berbagai media. Baik melalui internet atau bahkan melalui handphone sekalipun. Hal ini semakin mempermudah masyarakat dalam mengkonsumsi majalah – majalah yang ada.

D. Jenis – jenis Majalah
Secara garis besar, Rivers (1983: 5) membagi majalah ke dalam empat jenis, yaitu:
1.      Mass Magazine
Mass magazine mempunyai oplah yang besar. Jenis majalah ini berusaha menjembatani khalayak dari berbagai latar belakang melalui isinya yang bersifat umum. Contoh dari jenis majalah ini adalah OktoMagazine yang kontennya berisi berbagai macam topik mulai dari kesehatan, makanan dan minuman, seni dan budaya, dan masih banyak lagi.
2.      News Magazine
News magazine memiliki jumlah pembaca yang banyak yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu kontemporer. News magazine memberikan pembaca pemahaman tentang konteks yang ada dalam sebuah peristiwa, bukan sekedar fakta. Contoh : Majalah Tempo.
3.   Class Magazine
Secara harafiah, class magazine dapat diartikan sebagai ‘majalah berkelas’. Kualitas dan konten majalah ini ditujukan bagi pembaca yang berpendidikan tinggi serta tertarik pada urusan publik dan sastra. Meski jumlah pembacanya tidak terlalu banyak, majalah jenis ini mempunyai pengaruh yang cukup kuat karena menghadirkan opini dari para pemimpin atau penguasa. Contoh : Majalah Cakra.
4.   Specialized Magazine
Specialized magazine menyajikan konten spesifik bagi pembaca yang spesifik pula. Majalah jenis ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Business papers: Diterbitkan oleh lembaga independen yang bersifat komersil. Informasi di dalamnya penting bagi bisnis, industri, atau profesi tertentu. Salah satu contohnya adalah Majalah Franchise.
Company publications: Diterbitkan oleh firma/perusahaan dan didistribusikan ke karyawan, pengecer, pelanggan, dan pemegang saham. Contoh dari jenis majalah ini adalah majalah internal perusahaan PT New Ratna Motor “â Nasmoco News â”. Majalah ini bertujuan sebagai media komunikasi antar karyawan PT New Ratna Motor dalam memberikan informasi dan hiburan serta sebagai sarana untuk memberikan motivasi kerja bagi karyawan.
Association journals: Mirip dengan business papers, hanya saja majalah jenis ini diterbitkan oleh asosiasi atau organisasi tertentu. Contoh : Majalah NU Aula.

VI. Penyebab Dampak Negatif Tulisan di Surat Kabar dan Majalah

Hampir di semua negara, kebebasan pers selalu dilindungi oleh undang-undang. Sayangnya, terkadang ada pihak yang menyalahgunakan kebebasan pers ini dengan menulis hal-hal yang memicu protes pembaca. Seperti yang dilakukan surat kabar asal Denmar, Jyllands-Posten, pada edisi 30 September 2005. Pada hari itu mereka menerbitkan dua belas karikatur satir Muhammad, nabi terakhir agama Islam. Entah apa motif sesungguhnya Jyllands-Posten tidak menyensor karikatur berbau SARA ini. Menurut mereka karikatur ini hanyalah ilustrasi artikel yang membahas penyensoran diri (self-censorship) dan kebebasan berpendapat (freedom of speech). Artikel ini ingin menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun.
Sejak Organisasi Konferensi Islam (OKI) mulai menentang karikatur ini pada Desember 2005, kontroversi ini kemudian menghangat di dunia.  Timbullah gelombang protes masyarakat dunia kepada surat kabar ini. Ilustrasi tersebut merupakan sebuah penghinaan besar-besaran terhadap agama Islam serta menunjukan adanya Islamofobia di Denmark. Sekretaris Jenderal PBB pada waktu itu, Kofi Annan, turut menyatakan keprihatinannya akan peristiwa ini dan berkata bahwa “Kebebasan pers, harus selalu diterapkan melalui penghormatan terhadap keyakinan agama dan ajaran seluruh agama”.
Di Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengecam keras adanya mengecam keras karikatur Nabi Muhammad ini, namun beliau juga menekankan bahwa umat Muslim diharapkan menerima permintaan maaf sang penggambar dan jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Beberapa media massa sempat menerbitkan ulang karikatur ini, termasuk dua tabloid asal Indonesia: Tabloid Gloria dan Tabloid PETA. Pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW ini sempat menimbulkan keresahan masyarakat. Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Gloria, David da Silva, memohon maaf pada masyarakat dan mengaku khilaf atas terbitnya tabloid pada edisi 288 pekan ke II Februari 2006. Sekitar 8,000 eksemplar edisi ini pun segera ditarik dari pasaran.
Bahkan Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Peta, Wahab, akhirnya ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait kasus pemuatan karikatur kontroversial pada Tabloid Peta No. 53 edisi 12 Februari 2006. Selain Wahab, status tersangka juga ditetapkan terhadap Cepi, manajer operasional tabloid itu. Keduanya dikenakan tuduhan dalam pasal 156 A dan pasal 157 tentang penodaan terhadap agama.
Kasus di atas hanyalah salah satu dari sekian contoh tulisan di surat kabar yang bisa berdampak negatif. Banyak motif yang bisa mendalangi tindakan ceroboh tersebut. Baik di sengaja maupun tidak, hendaknya para pelaku media bisa berperilaku lebih selektif terhadap bahan tulisannya.

B . Sejarah dan Perkembangan Televisi, Radio, Telepon, Internet, dan Komputer

PERKEMBANGAN SEJARAH TELEVISI

Pada 1930-an, kotak televisi yang dijual pertama kali sudah berfungsi sebagai alat penerimaan komunikasi utama didalam rumah, perdagangan dan institusi. Pada waktu itu televisi berfungsi sebagai hiburan dan sumber informasi berupa berita.
Televisi adalah sebuah penemuan teknologi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teknologi informasi di seluruh dunia. Pada awal perkembangannya, televisi adalah gabungan teknologi optic mekanik dan elektronik yang digunakan untuk merekam, menampilkan dan menyiarkan gambar secara visual.
Televisi adalah penemuan yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Awal munculnya televisi tidak dapat dilepaskan dair penemuan hokum elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michel Faraday pada 1831. Masa ini adalah awal komunikasi elektronik.
Berikut saya akan berikan informasi tentang perkembangan televisi.
<!--[if !supportLists]-->https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgytYfVeOKKsplV3LWdS6w9idV4ymVX_P-Iac4iI5RF0sdlaMd72XVHg71MRN3tSCntmBm3Su-MfYkM89HVFMI5VeNIe9sJKZmZQ0exT674L5o4lJH8A3B6EpK9LB-yjD8lXOMZelydgWEG/s200/1.jpga.       <!--[endif]-->George Carey (1876) membuat selenium camera yang bisa membuat seeorang melihat gelombang listrik dan akhirnya disebut sinar katoda. Sebelumnya, gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin facsimile mekanik sederhana, yang kemudian dikembangkan akhir abad ke-19.
<!--[if !supportLists]-->b.      <!--[endif]-->Pada tahun 1878, konsep pertama pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik adalah konsep gabungan telepon dan gambar gerak atau teleponskop, tidak lama setelah penemuan telepon. Hal tersebut membuat para penulis fiksi ilmmiah berpendapat bahwa suatu hari nanti cahaya juga kan dapat dikirimkan melalui media kabel. Seperti halnya suara. Dan itu telah terbukti pada penemuan selanjutnya.
<!--[if !supportLists]-->c.       <!--[endif]-->Pada tahun 1881, pertama kali mengirim gambar menggunakan system pemindaian gambar, yaitu menggunakan pontelegraf. Yang menggunaka mekanisme pemindaian pendulum. Penggagas pertama yang menggunakan istilah televisi adalah Constatin Perskyl dari Rusia (1900).
<!--[if !supportLists]-->d.      <!--[endif]-->Pada 1907, dua orang yang bernama Campbell Swinton dan Boris Rosing melakukan percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim sebuah gambar.
<!--[if !supportLists]-->e.      <!--[endif]-->Televisi warna diciptakan oleh Peter Goldmark pada 1940.
<!--[if !supportLists]-->f.        <!--[endif]-->Sebuah lembaga RCA (Radio Coorporation of America) memperkenalkan  layar LCD pertama pada 1968.
<!--[if !supportLists]-->g.       <!--[endif]-->Pada 1995, Larry Weber sukses menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang.
<!--[if !supportLists]-->h.      <!--[endif]-->Pada 2000 an, penyempurnaan layar teknologi dilakukan baik LCD, plasma, mauoun CRT.
Sejak saat itu, hampir setiap teknologi pengiriman gambar menggunakan teknik pemindaian gambar termasuk televisi. Konsep ini dinamakan perasteran, yaitu sebuah proses mengubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
Selanjutnya, ini adalah perkembangan sejarah televisi yang terjadi, mulai masa televisi mekanik hingga televisi plasma yang ada sekarang. Seperti penjelasan singkat sebelumnya.
JENIS TELEVISI

<!--[if !supportLists]-->ü  <!--[endif]-->Televisi analog. Televisi jenis ini menginformasikan gambar dengan cara memvariasikan frekuensi dan sinyal.
<!--[if !supportLists]-->ü  <!--[endif]-->Televisi digital, yaitu alat yang befungsi menangkap siaran televisi digital. Televisi jenis ini merupakan perkembangan dari system siaran analog ke system digital.
Dari sejarah perkembangan televisi tesebut, maka menghasilkan jenis – jenis televisi sesuai dengan waktu penemuan televisinya. Berikut ini beberapa jenis televisi sesuai dengan perkembangan sejarah televisi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsquOffePzazhPqOPWV4CQJEzjgAHCPp7a6LQVdITH6I_MvAujL-pbLxu53UF9uOBfD1Uuh6GR45kepCcmfxr_XHfYPW6J5h_GOQtbkx-i8wlkoMGLb8clhJmfGlmtEkWWHhXGnRzl-Sqy/s1600/4.bmp
  1. Televisi Mekanik
Televisi ini merupakan cikal bakal lahirnya televisi. Pada tahun 1994, seorang mehasiwa bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow atau lebih dikenal dengan Paul Nipkow membuat Karya, yaitu sebuah piringan mata kecil yang bisa berputar dengan lubang – lubang didalamnya.
Sekitar 1920, John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan yang diciptakan oleh Nipkow tersebut untuk menciptakan system dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya dengan membuat seuruh system televisi berdasarkan system gerakan meanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya.
  1. Televisi Elektronik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfFUhDzFBrwFhg3d81BGJ5bVk1wYl-NdQEKfRgV2KpzHpfx2l3XyHBqMEBLmCf_u5-iDC41p4aNR_OrTeEMmvqZmUYUl6d0HsmRTS7muFUqQPQ22Pva507sNn2m-okDjNkx8WkzTIzdDHR/s200/5.bmpPada tahun 1920, perkembangan televisi elektronik agak tersendat karena harga televisi mekanik lebih murah dibandingkan televisi elktronik. Namun, Voldimir Kosmo Ziworykin dan Philo T. Farns Worth berhasil membuat televisi elektronik dengan biaya yang murah dan terjangkau oleh masyarakat, sehingga kebanyakan orang beralih dari televisi mekanik ke televisi elektronik.
Voldimir Zworykin mendapat bantuan dari Senior Vice President dari RCA (Radio Coorporation of America) yaitu David Sarnoff, karena Vladimir Zwarykin merupakan pakar yang ada di masa itu.
David Srnoff meramalkan bahwa televisi elektronik mempunyai masa depan yang cerah dalam penjualan nantinya. Pada tahun 1935, Fransworth dan Zworykin mulai memancarkan siaran dengan menggunakan system yang sepenuhnya elektronik.
Pada tahun 1939, RCA dan Zworyskin meluncurkan program regular televisinya di New York dengan mendemonstrasikan program mereka secara besar – besaran dan mendapatkna sambutan luar biasa. Oleh sebab itu, pada tahun 1941, NTSC (National Televisi Standards Committee) memutuskan untuk mengadakan standarisasi sistem transmisi sisaran televisi yang ada di Amerika.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZw1eo2txuvCEQOTlJG5WkuOh9VtPInFKOJYdy0QmExvomLBtMLOI8ifI0ztTasejVjVZo5pxGd6kFAUOHEi4R0PuIn5cZ3a3rvdQDM5l3GFWLe-ynPLCs8GJHFjVkeC1MdkFNeT_HuRSR/s200/6.bmp
  1. Televisi Berwarna
Pada tahun 1940, Peter Goldmark  menciptakan televisi warna mencapai 343 garis. Pada tahun 1953, RCA mulai membangun sistem berwarna yang mampu diterima, baik dalam sistem warna maupun hitam putih dan NTSC menjadikannya dengan standar untuk siaran komersial.
  1. Plasma Display Televisi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoVSIxyL9-kAx5EJth12sMAQjRpWnaTRPjlbiKgr8i6QJAFbnm5LTklJpYjxPhjfHRoHk132iNZiBgxsnIsRtIUpDvODWfvRh9jlkwgpw5aDcQD4Qy4tHUr2R5iFCCz7ttGSzIEQ9s9nb8/s200/7.bmp
Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow menciptakan sistem computer PLATO di Universitas lllionis pada tahun 1964. Hal itu dikembangkan oleh Larry Weber Seber sehingga pada tahun 1975 Larry Weber dari Universitas IIIionis berhaisl membuat tampilan plasma berwarna.
Larry Weber tidak berhenti begitu saja. Ia terus berusaha mengembangkan proyek layar plasma ini sehingga pada tahun 1995 Larry Weber berhasil mencipatakan layar plasma yang stabil dan cemerlang.
Dari tahun ke tahun teknologi menunjukkan peningkatannya. Sama halnya dengan perkembangan televisi yang sebelumnya telah dipaparkan. Berikut beberapa perkembangan baru dalam televisi. Yaitu :
  1. Televisi Resolusi Tinggi
Televisi ini disebut juga High Definition Television (HDTV) merupakan standar televisi digital internasional. Televisi ini disiarkan dengan format berbeda dengan televise biasa. Pada televisi biasa formatnya 4:3, sedangkan pada HDTV 16:9.
  1. Televisi Internet
Televisi jenis ini biasa disebut Televisi Online (TV Daring). Televisi online merupakan situs yang memiliki tayangan video secara terkonsep dan dapat diakses secara bebas oleh publik. Agar dapat mengaksesnya,  hanya dilakukan dengna menggunkan akses koneksi internet pada computer. Televisi ini acaranya lebih beragam dari pada stasiun televise local.
  1. Televisi Layar Datar
LCD (Liquid Crystal Display) merupakan jenis media yang menggunakan Kristal cair sebagai penampil utamanya. Saat ini, LCD sudah mendominasi jenis tampilan computer maupun notebook.
Semakin canggih teknologi yang ditemukan, maka teknologi pada televisi pun semakin canggih. Berbagai jenis televisi beredar di dunia dan fasilitas penduduknya yang bermacam – macam. Sekarang ini, teknologi layar televisi semakin sempurna. Baik LCD, Plasma, maupun CRT. Semua it uterus dikembangkan demi kenyamanan para pengguna televisi.
Tayangan televisi di Indonesia pun mulia ramai ketika munculnya beberapa stasiun televisi swasta. Berbagai tayangan yang dihadirkan menjadi beragam. Hal tersebut menjadikan adanya persaingan antara stasiun televisi.
Seiring dengan perkembangan jaman pula, tayangan televisi menampilkan berbagai macam hiburan, mulai dari iklan, film, kuis, reality show, sampai acara music. Semua kalangan sudah dapat menikmati tayangan televisi nasional tanpa mengeluarkan dana yang cukup besar.
Bahkan teknologi handphone pun ada yang mempunyai fitur televisi, sehingga pemilik handphone tersebut dapat menikmati tayangan televisi.
Diluar dari pembahasan perkembangan televisi, televisi yang mudah didapatkan tersebut mempunyai dampak positif dan negative bagi kehidupan manusia. Dampak positifnya banyak, akan tetapi dampak negatif nya juga ada. Tergantung dari si pengguna televisi tersebut.
Dan, keberadaan televisi yang sangat mudah didapatkan ini juga, jangan sampia berdampak negativf terhadap perkembangan anak, yaitu khususnya generasi muda. Maka dikembalikan lagi kepada perkembangan sejarah televisi tersebut, yang pada awalnya berfungsi sebagai media informasi.
Demikian informasi mengenai perkembangan televisi di dunia. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita mengenai dunia pertelevisian khususnya.

 http://qonitasudarman.blogspot.com/2013/03/perkembangan-televisi-di-dunia.html





Sejarah perkembangan Radio
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiABZNysnhRANEcfFoM-4WyhgwIKbIePo6NAS1jkB4HFEkHzG6IinKxwvzBG-D_7rT4cGNnmnWtq8cS-h9Zc6BmmxDnvBK0q1FpPtocQrrlvV5MgSjqc-3TrTm10kuMBEoN3WZqaIzUlyAn/s1600/radio+1.jpg


Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
Sejarah Radio
Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Sejarah Singkat Perekembangan Radio

1877 :  Edison memperkenalkan phonograph
1895 :  Marconi menemukan radio transmitter dan menjadikannya sebuah bisnis
1906 : De Forest menemukan vacuum tube
1920 :  Frank Conrad memulai KDKA di Pittsburg
1926:   RCA memulai jaringan radio NBC
1934 :  Didirikankannya Komisi Komunikasi Federal
1949 :  Dimulainya era radio DJ
1970 :  Stasiun FM meningkat, mulai terdengar gaungnya dan sudah memiliki audience yang       segmented
1996 :  Perilaku komunikasi menyebabkan banyak radio yang melakukan merger dan kerjasama
2000 :  Situs internet Napster diperintahkan untuk mengakhiri saling berbagi file di internet         secara bebas
2002 :  Stasiun Radio Web setuju untuk berbagi sebagian keuntungannya untuk para musisi dan             label untuk menggunakan hak cipta musik.

Radio Satelit
Teknologi siaran radio mengalami revolusi dengan munculnya siaran radio berbasis satelit (satellite radio broadcast). Sejarahnya dimulai pada tahun 1992 di Amerika Serikat (AS). Saat itu, FCC (Federal Communications Commission) yang merupakan badan pengatur telekomunikasi di AS mengalokasikan sebuah spektrum di band frekuensi “S” (sekitar 2,3 GHz) untuk siaran nasional (di AS) berbasis satelit dengan menggunakan audio digital (digital audio radio service/DARS). Hanya ada empat perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapat izin siaran.
Radio
Tahun 1997, FCC memberi izin kepada: CD Radio (yang berganti nama menjadi Sirius Satellite Radio) dan American Mobile Radio (yang berganti nama menjadi XM Satellite Radio). Masing-masing membayar lebih dari 80 juta dollar AS untuk menggunakan band atau pita frekuensi yang tersedia. Ternyata, hanya XM Radio-lah yang dapat melanjutkan bisnisnya dan mulai siaran secara nasional pada 25 September 2001. Sementara Sirius belum mampu menindaklanjuti, dengan gencar XM Radio menawarkan aneka program dan penerimaan audio berkualitas tinggi bagi penggemar home audio dan car audio. Dari pusat siaran (broadcast centre) di Washington DC yang mempunyai 82 studio digital, XM Radio memancarkan 101 saluran yang berisi program acara: musik, berita, wawancara atau talk show, olahraga, komedi, dan acara anak-anak. Ke-101 saluran itu dipancarkan bersama-sama ke satelit. Para pelanggan dapat menerima langsung dari satelit atau melalui stasiun pengulang (repeater) yang ada.

Penggabungan Radio Seluler
Kemudahan berbagai keperluan bisa diakses melalui ponsel berkat penggabungan teknologi RFID ( Radio Frequency Identification) dengan teknologi selular. Teknologi RFID yang diterjemahkan oleh situs resmi RFID ( www.rfidjournal.com ) sebagai terminologi umum untuk menggambarkan sistem transmisi identitas (auto ID) secara nirkabel melalui gelombang radio. Auto ID ini mencakup bar codes, optical character readers dan beberapa teknologi biometrik seperti pemindai retina mata. Teknik Auto ID ini digunakan untuk mengurangi biaya tenaga kerja, efisiensi waktu, maupun membuat akurasi data lebih presisi dibanding cara manual.
Radio phone

RFID pada prinsipnya microchip yang bisa merespon sinyal radio dengan pemancar jarak jauh. Dengan tempelan antena -yang juga mikro- mayoritas RFID bekerja tanpa baterai karena untuk mengirim kembali responnya RFID memakai sumber tenaga dari sinyal radio. Dengan singkatnya proses ini, tak heran perusahaan dengan proses monitoring barang bejibun seperti pasar swalayan banyak memanfaatkan kelebihan teknologi ini. Kelebihan RFID inilah kemudian mengusik minat vendor ponsel mengawinkannya dengan handset
C.   sejarah telegram (telegraf)
    
      Telegraf elektrik pertama kali ditemukan oleh Samuel Thomas von Sommering pada tahun 1809. Kemudian pada tahun 1832, Baron Schilling membuat telegraf elektrik pertama. Carl Friedrich Gauss dan Wilhelm Weber merupakan orang pertama yang menggunakan telegraf elektrik untuk alat komunikasi tetap pada tahun 1833 di Gottingen. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBI2p1iEa42GwyuBXj1Bf-jHEQvkG1OyS7Q95yfjjt3xBwXBQzImZkoEAJqQaqYDNN6NG-1qZByfGCp_NHB9qSIl3Z3JhULJre13zmsXFWiQyuELFp6TDEySSs1eVDbSvNNCHdeN5Hq3sR/s320/sejarah.jpg
     Telegraf komersil pertama dibuat oleh William Fothergill Cooke telegraf ini dipatenkan di Inggris pada tahun 1837. Telegram ini dikirimkan pada jarak 13 mil/21 km dan mulai dioperasikan pada tanggal 9 April 1839.

Pada tahun 1843, seorang penemu asal Skotlandia, Alexander Bain, menemukan sebuah alat yang bisa dikatakan merupakan sebuah mesin faksimil pertama. Ia menyebut penemuannya ini dengan recording telegraph .

 Telegraf yang ditemukan Bain ini mampu mengirimkan gambar menggunakan kawat elektrik. Pada tahun 1855, seorang biarawan Italia Giovanni Caselli, juga membuat sebuah telegraf elektrik yang dapat mengirimkan pesan. Caselli menamai penemuannya ini dengan Pantelegraf. Pantelegraf telah sukses digunakan dan diterima sebagai saluran telegraf antara kota Paris dan Lyon.

Sebuah telegraf elektrik, pertama kali dengan bebas ditemukan dan dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1837 oleh Samuel F. B. Morse. Asistennya Alfred Vail, membuat kode morse yang menyimbolkan huruf dengan Morse. Telegraf Amerika pertama dikirimkan oleh Morse pada tanggal 6 Januari 1838 melalui 2 mil/3 km kawat di Speedwell Ironworks dekat Morristown, New Jersey. Pesannya dibaca "Seorang penunggu yang sabar bukanlah pecundang" dan pada tanggal 24 Mei 1844, ia mengirim sebuah pesan “Apa yang telah Tuhan ciptakan" dari the Old Supreme Court Chamber di Gedung DPR di Washington kepada Mt. Clare Depot di Baltimore. Morse/Vail telegraf dengan cepat disebarkan pada duas dasawarsa berikutnya.

Kabel lintas atlantik mulai dicoba digunakan pada tahun 1857, 1858, dan 1865. Kabel pada tahun 1957 hanya dioperasikan beberapa kali. Kabel telegraf komersil pertama yang mampu melintasi samudera atlantik berhasil diselesaikan pada tanggal 18 Juli 1866.

Australia merupakan penghubung pertama dunia pada Oktober 1872 melalui telegraf bawah laut di Darwin. Hal ini menimbulkan berita baru bagi dunia. Kemajuan teknologi telegraf selanjutnya terjadi pada awal tahun 1970, ketika Thomas Edison menemukan telegraf dua arah dengan rangkap dua penuh  dan melipatgandakan kapasitasnya dengan menemukan guadruplex pada tahun 1874. Edison mendaftarkannya pada lembaga pematenan US dan duplex telegraf berhasil dipatenkan pada tanggal 1 september 1874.

Pada Awal tahun 1830, telegraf elektrik berkembang dengan digunakannya tegangan listrik untuk mengontrol elektromagnet yang didengarkan pada ujung-ujung transmisi. Keterbatasan teknologi saat itu adalah hasil pengiriman kode melalui kabel tidak dapat di print. Kemudian, telegrap elektrik dikembangkan dengan menggunakan elektromagnet receiver. Dengan elktromagnet receiver, kode morse dapat ditranslate dari pendengarnya dalam bentuk tulisan.

 Sejarah telegram

       Samuel F. B. Morse, seorang berkebangsaan Amerika adalah orang pertama yang menemukan telegram sebagai alat pengirim telegram. Telegram mulai dipopulerkan pada tahun 1920-an. Pada saat itu tarif pengiriman telegram lebih murah daripada tarif telepon. Tarif mengirim telegram dihitung berdasarkan jumlah karakternya, termasuk tanda baca. Jangkauan pengiriman berita melalui telegram meliputi lokal maupun internasional. Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim telegram adalah kurang dari satu hari. Keunikan dari telegram adalah tanda baca dituliskan. Telegram yang popular di Indonesia berada dibawah naungan perusahaan Telkom.

Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell). 

Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian ditemukan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.

 Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)

Jenis-jenis Telegram Telegram dibagi menjadi dua jenis :

1.  Telegram biasa
2. Telegram Indah

Telegram biasa berwarna biru muda , sedangkan telegram indah, merupakan telegram yang dikirimkan khusus pada hari-hari tertentu contohnya hari raya maupun tahun baru.



D.    SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL
Teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai awal era Informasi. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.
Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi Revolusi digital didasari dengan adanya perkembangan komputer elektronik digital, komputer pribadi, dan khususnya mikroprosesor dengan kinerjanya terus meningkat (seperti yang dijelaskan oleh [Moore [s hukum]]), yang memungkinkan teknologi komputer untuk tertanam ke berbagai objek besar dari kamera ke pemutar musik pribadi. Sama pentingnya adalah pengembangan teknologi transmisi termasuk jaringan komputer, para Internet dan penyiaran digital. 3G ponsel, yang tumbuh pesat penetrasi sosial di tahun 2000, juga memainkan peran yang sangat besar dalam revolusi digital karena mereka secara bersamaan memberikan hiburan di mana-mana, komunikasi, dan konektivitas online. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Perkembangan Teknologi Analog ke Digital Perkembangan teknologi pada awalnya dimulai dari teknologi analog. Ketika komputer personal muncul pertama kali, komunikasi dan modem analog baru mencapai kecepatan 300 atau 1200 bit per detik. Saat ini kecepatan 24,4 kbps atau 33,6 kbps merupakan hal yang umum. Dan seiring dengan perkembangan jaman, teknologi ini pun berevolusi ke teknologi digital. Teknologi analog dalam pengetahuan secara awam adalah teknologi yang masih menggunakan teknologi yang serba manual dan mungkin sangat merepotkan. Teknologi-teknologi analog diperkirakan mampu mendekati batas kecepatan teoritis, tetapi modem-modem jenis ini mempunyai kelemahan karena komunikasi suara & transfer data tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Berbeda dengan teknologi digital yang sudah sering kita gunakan. Teknologi digital yang muncul pada awal tahun 1980-an ini dikenal mudah, canggih, dan lebih efisien dalam bekerja. Perkembangan teknologi analog dan digital tidak hanya terjadi dalam dunia komputer saja, melainkan dalam kamera, televisi, dan masih banyak lagi.

C.     DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM BERBAGAI BIDANG
a.      Dampak Terhadap Bidang Ekonomi dan Industri 
a)      Positif
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko yang jauh dari tempat tinggal. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
b)      Negatif  
Ÿ  Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
Ÿ  Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
Ÿ  Adanya limbah industri yang mengganggu kehidupan masyarakat antara lain mencemari sungai, mengakibatkan polusi udara dan sebagainya.

b.      Dampak Terhadap Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya 
a)      Positif
Ÿ  Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
Ÿ  Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi dengan mudah,  seperti pembelajaran dengan menggunakan proyektor.
Ÿ  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan pembelajaran melalui jaringan internet, seperti : e-learning, yang telah banyak diterapkan diberbagai lembaga pendidikan bahkan universitas ternama.

b)      Negatif
Ÿ  Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
Ÿ  Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Ÿ  Jika anak-anak terlalu banyak dihadapkan dengan layar computer akan mengurangi kesehatan, terutama pada mata, jika telah berhubungan dengan computer pasti mengetahui dan sering bermain dengan aneka permainan di komputer yang apabila lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya, hal ini disebabkan pengaruh radiasi monitor komputer yang terserap ke otak melalui matanya. Atau seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena frustasi tidak dapat menyelesaikan permainan bomber man.
Ÿ  Penyebab sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap serba instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan dan otomatis yang berpengaruh denagn jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestyle.

c.       Dampak Terhadap Transportasi Dan Komunikasi
a)      Positif
Ÿ  Di bidang komunikasi kita akan lebih cepat mendapatkan informasi – informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet. Kita juga dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
Ÿ  Dengan adanya kendaraan-kendaraan yang dihasilkan oleh teknologi, maka masalah transportasi dan komunikasi bukan merupakan suatu hambatan untuk mencapai kemajuan contohnya kendaraan motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, helikopter,
Ÿ  Pembangunan jalan-jalan layang di darat, jembatan gantung dan sebagainya dapat mengatasi kesulitan transportasi, memperlancar hubngan antar daerah.
b)      Negatif   
Dampak negatif terhadap komunikasi dan transportasi antara lain :
o   Banyaknya kendaraan khususnya jalur darat yang membuat kemacetan yang cukup parah diberbagai ruas jalan raya.
o   Kendaran seperti di kota-kota besar yang sangat ramai dan sering terdapat kendaraan yang tidak layak pakai seperti pada kendaraan umum yang menyebabkan tingginya polusi udara yang berbahaya pada kesehatan manusia.
o   Radiasi handhone yang kurang bagus untuk kesehatan yang terjadi apabila pemakain yang diluar batas, seperti terlalu sering berbicara atau berkomunikasi melalui handphone dapat merusak pendengaran.
o   Handphone yang dijaman sekarang ini yang sangat mudah untuk didapatkan dapat dijadikan sebagai bahan penyebaran-penyebaran informasi yang membawa pengaruh buruk, seperti video dan gambar-gambar porno.
o   Munculnya banyak jejaring social yang dapat dengan mudah diakses oleh semua kalangan termasuk pelajar dibawah umur, seperti anak SD yang dapat menyita waktu mereka, seharusnya waktu tersebut digunakan untuk belajar atau mendengarkan penjelasan materi yang sedang disampaikan oleh guru, dengan adanya hal tersebut mereka lebih memilih untuk online lewat akunnya atau bermain game online favoritnya.



1 komentar: