A.
Perkembangan
Media Cetak; Surat Kabar dan Majalah
I. Sejarah Surat Kabar Dunia
Sebelum
mengenal tulisan, manusia berkomunikasi menggunakan lisan. Sama halnya dalam
berkomunikasi, manusia pada zaman tersebut menyampaikan kabar ataupun
pengumuman dari mulut ke mulut. Setelah mengenal tulisan, manusia menyampaikan
kabar melalui surat tertulis dan papan pengumuman. Sebelum lahirnya suratkabar,
ada dua jenis terbitan berita periodik yaitu lembaran berita dengan tulisan
tangan, dan lembaran pemberitaan tunggal. Kedua media tersebut muncul
bersamaan.
Pertama
di awal kerajaan Romawi yang diprakarsai oleh Raja Imam Agung. Papan pengumuman
ini disebut “Annals” dan digantungkan di setiap serambi rumah. Annals
berfungsi sebagai pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.
Saat Julius Caesar berkuasa pada tahun 100-44 SM, ia memerintahkan agar
kegiatan setiap anggota senat dan hasil sidang diumumkan pada “Acta Diurna”,
yang juga berisi tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, dan
hal-hal yang perlu disampaikan dan diketahui oleh rakyatnya. Acta Diurna
dicetak ke dalam sebongkah batu atau selembar logam, kemudian dipasang atau
ditempelkan di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk
diketahui umum.
Berita
dari Acta Diurna diebarluaskan oleh para “Diurnanii”. Diurnarii
adalah sebutan untuk orang-orang yang bekerja membuat catatan dari hasil rapat
senat setiap hari untuk para tuan tanah dan hartawan. Kata jurnalistik secara
harfiah berasal dari Acta Diurna yaitu “Diurnal” yang dalam
bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari”. Kemudian diadopsi ke dalam
bahasa Perancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal”
yang berarti “hari”, “catatan harian” atau “laporan”. Dan dari kata “Diunarii”
muncul kata “Diurnalis” atau “journalist” (wartawan).
Kemudian
di Cina muncul lembaran berita terbitan pemerintah yang disebut “Tching-pao”
atau King pau yang berarti kabar dari istana. King Pau
beredar di kantor pengadilan selama masa kekuasaan Dinasti Han. Pada tahun
713-734 M, Dinasti Tang menerbitkan Kai Yuan Zan Bao yang diwartakan
oleh pejabat resmi pemerintahan. Kai Yuan Zan Bao ditulis tangan pada
sehelai kain sutra. Pada tahun 1351 M, Kaisar Quang Soo mengedarkannya secara
teratur secara seminggu sekali. Kemudian pada tahun 1582 ditemukan surat kabar
pertama yang diterbitkan oleh pihak swasta asing di Beijing. Surat kabar
tersebut dicetak pada sebidang kayu dan dipublikasikan secara pribadi pada
akhir masa pemerintahan Dinasti Ming.
Penyampaian
informasi melalui surat kabar didukung penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada
tahun 1450. Salah satu berita terbesar yang pertama kali diberitakan adalah
pengumuman hasil ekspedisi Christoper Columbus ke Benua Amerika pada tahun
1493. Pada tahun 1556, Pemerintah Venesia menerbitkan Notizie Scritte
yang terbit bulanan dengan harga satu gazetta. Media ini ditulis tangan
dan berisi kumpulan berita yang digunakan untuk menyampaikan berita politik,
militer, dan ekonomi secara cepat dan efisien ke seluruh Eropa, khususnya
Italia.
Media-media
tersebut tidak layak disebut sebagai surat kabar karena tidak diperuntukkan
untuk masyarakat umum dan terbatas pada topik tertentu. Pada awal tahun
1600-an, penerbitan yang menjadi cikal bakal surat kabar beredar di Inggris dan
Perancis. Sebuah kumpulan berita yang dikenal bernama “Relations” atau “Relaciones”
dalam bahasa Spanyol. Media penyiaran berita umumnya dicetak dalam lembaran
besar kemudian dipasang di tempat umum. Terbitan tersebut menyerupai pamflet
dan untuk berita yang panjang berupa buku kecil ditambah dengan ilustrasi
sederhana. Terbitan tersebut sering dibacakan keras-keras karena rasio buta
huruf yang tinggi.
Istilah
surat kabar umum digunakan pada abad ke-17. Namun, pada awal abad ke-16 muncul
surat kabar seperti sekarang di Jerman. Media tersebut dicetak, memiliki
tanggal terbit, terbit teratur, dan keragaman berita. Surat kabar pertama
dikenal dengan nama Strasbourg Relation. Surat kabar Jerman diatur
berdasarkan asal penerbit, tanggal, dan memuat halaman muka yang menarik. Relation
aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien merupakan relation
berbahasa Jerman yang diakui sebagai surat kabar pertama. Tepatnya pada tahun
1605 Johann Carolus menerbitkannya di kota Strasbourg. Surat kabar modern
pertama Jerman dicetak di Wolfenbüttel, dan disebut Avisa.
Pada
tahun 1620 surat kabar berbahasa Inggris pertama, Corrant dicetak di
Amsterdam dan diterbitkan di Italia dan Jerman. La Gazette yang semula
bernama Gazette de France adalah surat kabar pertama di Perancis yang
terbit pada tahun 1631. Surat kabar berbahasa Spanyol pertama, Gaceta de
Madrid terbit pada tahun 1661. Post-och Inrikes Tidnigar (semula
bernama Ordinari Post Tijdender) diterbitkan di Swedia pertama kali pada
tahun 1645 dan menjadi surat kabar tertua yang masih terbit hingga saat ini
walaupun berbentuk online. Pada tahun 1656 diterbitkan surat kabar Opregte
Haarlemsche Courant dari Haarlem, dan merupakan surat kabar tertua yang
masih terbit dalam bentuk cetakan hingga saat ini. Ketika Jerman menguasai
Belanda pada tahun 1942, penerbitan dilebur dengan perusahaan Haarlems Dagblad.
Sejak saat itu, penerbitan surat kabar ini selalu mencantumkan tulisan Oprechte
Haerlemse Courant 1656.
Nathaniel
Butter dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan surat kabar berbahasa
Inggris yang terbit secara berkala pada tahun 1622. Pada tahun 1665 di Inggris,
terdapat surat kabar pertama yang terbit teratur setiap hari bernama “Oxford
Gazette”. Ketika Henry Muddiman menjadi editor, Oxford Gazette
berubah nama menjadi “London Gazette”. Henry adalah orang pertama yang
menggunakan istilah “Newspaper”. The Daily Courant pada tahun 1702
menjadi surat kabar yang memberitakan masalah politik dan pemerintahan.
Di
Amerika Serikat, seorang berkebangsaan Inggris bernama Benjamin Harris
menerbitkan surat kabar pertama pada tahun 1690 dengan nama “Public
Occurences Both Foreign and Domestick” di Boston. Surat kabar ini tidak
bertahan lama karena tidak memiliki izin resmi penerbitan. Surat kabar pertama
yang memiliki izin penerbitan adalah Boston News-Letter yang terbit
secara berkala di negara bagian Boston pada tahun 1704. The Pennsylvania
Evening Post merupakan harian pertama yang memenuhi kebutuhan informasi
masyarakat Pennsylvania pada tahun 1783.
II. Karakteristik Surat Kabar
Karakteristik surat kabar sebagai
media massa mencakup :
1. Publisitas
Disebut
juga publicity yang merupakan penyebaran pada publik atau khalayak
(Effendy, dalam Karlinah, dkk. 1999). Salah satu karakteristik media massa
adalah pesan dapat diterima oleh sebanyak-banyaknya khalayak karena pesan
tersebut penting untuk diketahui umum. Dengan demikian, pesan-pesan melalui
surat kabar harus memenuhi kriteria tersebut.
2. Periodesisasi
Menunjuk
pada keteraturan terbitnya. Sifat ini sangat penting dimiliki media massa. Sama
seperti halnya makan, manusia setiap hari membutuhkan informasi. Maka surat
kabar harus memiliki periodisasai terbitnya surat kabar tersebut.
3. Universalitas
Menunjuk
pada kesemestaan isinya, yang beraneka ragam dan dari seluruh dunia. Isi surat
kabar meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, seperti masalah sosial ekonomi
dan lain-lain. Selain itu, lingkup kegiatannya bersifat lokal, regional,
nasional bahkan internasional. Jadi bila penerbitan hanya memiliki satu aspek
saja, terbitan tersebut tidak bisa disebut dengan surat kabar.
4. Aktualitas
Menurut
kata asalnya, aktualitas berarti “kini” dan “keadaan sebenarnya”. Kedua istilah
tersebut erat kaitannya dengan berita, karena berita adalah laporan tercepat
mengenai fakta-fakta atau opini yang menarik minat dan penting. Laporan
tercepat menunjukkan kekinian atau terbaru.
5. Terdokumentasikan
Beberapa
pihak seringkali menjadikan berita di koran sebagai kliping atau arsip. Karena
berita memang menyajikan berbagai fakta dalam bentuk berita dan artikel.
III. Penerbitan Surat Kabar dalam
Hubungannya di Bidang Ekonomi dan Politik
A. Ekonomi
Pada
permulaan abad ke-17, Amsterdam menjadi pusat persuratkabaran Eropa.
Surat kabar dianggap sebagai media yang menggambarkan komersialisasi informasi
dengan sangat baik. The Corrant out of Italy, Germany etc dan The
Courant d’Italie merupakan dua surat kabar yang diterbitkan pertama kali,
yaitu pada tahun 1620. Munculnya kedua surat kabar tersebut di lingkungan
masyarakat merangsang perkembangan surat kabar mulai dari tahun 1662 hingga
saat ini.
Penemuan
mesin cetak oleh Gutenberg memicu kesadaran para pengusaha akan pentingnya
publisitas. Para pengusaha mulai menawarkan produk-produk mereka melalui
iklan-iklan yang dimuat di surat kabar. Surat kabar pada masa itu dianggap
sangat efektif menyebarkan pengaruh tertentu terhadap pembaca.
Pada permulaan abad ke-18, apa yang disebut Asa Briggs dan Peter Burke sebagai
“kediktatoran jarak” dapat diatasi dengan lalu lintas informasi yang
membelah Atlantik dari Inggris ke Boston. Saat itu, informasi disajikan lewat
lembaran-lembaran kertas yang tidak tersistem. Kebutuhan akan efektifitas
penggunaan kertas sehingga memangkas beban angkut sekaligus biayanya lambat
laun melahirkan surat kabar.
Disini
kami mencoba menjelaskan satu contoh kasus surat kabar yang mempunyai hubungan
di bidang ekonomi. Kepemilikan suatu surat kabar tampaknya menjanjikan
keuntungan besar jika dilihat dari banyaknya pemasang iklan di surat kabar.
Beberapa pengusaha pun tertarik untuk melebarkan sayapnya di dunia media cetak.
Selain tujuan finansial, surat kabar juga dapat dijadikan alat propaganda
masyarakat yang efektif. Salah satu contohnya adalah kepemilikan La Stampa
oleh Fiat S.p.A.
La
Stampa adalah salah satu koran nasional
besar di Italia. Koran ini sudah berdiri sejak tahun 1867 meski dengan nama
berbeda yakni Gazetta Piedmontese. La Stampa sudah
berkali-kali berganti pemilik dan pemimpin. Hingga akhirnya pada tahun 1926,
sebuah perusahaan otomotif terkemuka di Italia, Fiat, mengambil alih
kepemilikan surat kabar nasional ini. Fiat memanfaatkan La Stampa untuk
mendukung kegiatan komunikasi dan publikasi produk dari perusahaannya. Bahkan
hingga kini, La Stampa masih berada di bawah naungan Fiat S.p.A.
B.
Politik
Penemuan
mesin cetak juga merangsang para pelaku pemerintahan untuk melakukan propaganda
melalui media tertulis, baik propaganda mengenai profil mereka ataupun
kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan. Seperti yang dilakukan Raja Louis XIV
yang "kemegahan" reputasi pemerintahannya (1661) merupakan buah
tangan surat kabar.
Praktek
propaganda sudah terlihat bahkan pada tahun-tahun sebelum masa pemerintahan
Raja Louis XIV. Bersamaan dengan Fronde (Perang Saudara Inggris atau Revolusi
Inggris) tahun 1648-1652, terjadi ledakan bahan cetakan dimana propaganda
mengenai kebebasan percetakan yang tidak berlisensi dilancarkan. Propaganda
tersebut merupakan cikal bakal lahirnya kebebasan pers dewasa ini.
Surat
kabar dianggap sebagai wadah masyarakat menyampaikan aspirasi poltiknya.
Seperti dalam koran mingguan dalam bahasa Perancis, Gazette d’Amsterdam
yang mulai memuat tulisan-tulisan yang mengkritik Gereja Katolik dan
kebijaksanaan pemerinta Perancis. Surat kabar merupakan salah satu pelopor
munculnya "opini publik" yang pada masa-masa berikutnya berkembang
lebih luas menjadi "ruang publik".
IV. Perkembangan Surat Kabar di
Indonesia
A.
Surat Kabar di Indonesia
Dalam perkembangannya, surat kabar di Indonesia memiliki runtutan fase yaitu
yang pertama kalinya muncul adalah koran Bromartani yang diterbitkan
oleh Harteveld & Co di Surakarta menggunakan bahasa Jawa. Koran Bromartani
ini merupakan tiga koran tertua di Indonesia. Selain koran Bromartani,
ada juga dua koran tertua lainnya yakni Soerat Kabar Bahasa Melayu, yang
diterbitkan di Surabaya oleh penerbit E.Fuhri. koran ketiga yaitu Soerat
Chabar Batavie yang pertama kali diterbitkan pada hari Sabtu 3 April
1858 oleh pengusaha Longe & Co. Kemudian disusul Selompret Melajoe
di Semarang pada tahun 1860.
Pada
era ini, di luar Jawa juga lahir sejumlah surat kabar antara lain Celebes
Courant dan Makassar Handelsblad di Ujungpandang, Tjahja Siang
di Manado, Sumatra Courant dan Padangsch Handelsblad di Padang.
Sementara di Batavia juga lahir sejumlah koran. Yang paling popular yakni Bintang
Betawi. Hanya saja koran-koran yang terbit pada masa awal sejarah pers
tersebut kebanyakan dikelola kaum kolonial.
Disamping itu, juga terdapat surat kabar asing yang masuk dan beredar di
Indonesia. Bahasa yang digunakan masih menggunakan bahasa Belanda, karena surat
kabar di masa itu diatur oleh pihak Binnenland Bestur (pengusaha dalam
negeri). Hal yang diberitakan hanya hal-hal yang biasa dan ringan dari
aktivitas pemerintah yang monoton, kehidupan para raja, dan sultan di Jawa
sampai berita ekonomi dan kriminal. Yang pertama kali adalah Bataviase
Nouvelles. Surat kabar ini diterbitkan pada jaman kompeni yaitu pada
tanggal 7 Agustus 1744. Kala itu, Bataviasche Nouvelles hanya memuat
berita tentang acara resepsi pejabat, pengumuman kedatangan kapal, stok barang
dagangan, atau berita duka cita. Kemudian pada tanggal 5 Agustus 1810 surat
kabar kedua terbit dengan nama De Bataviasche Koloniale Courant oleh
Daendles.
Bataviasche
Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar
pertama yang terbit di Batavia. Surat kabar ketiga terbit pada 29 Februari 1812
dengan nama The Java Gouverment Gazette yang kemudian sering disingkat Java
Gazette. Keempat surat kabar berita negara, surat kabar ini diterbitkan
pada tahun 1828 dengan menggunakan nama De Bataviasche Courant. Kemudian
pada tahun 1836 terbit surat kabar kelima yaitu Soerabaijas Advertentie.
Di Surabaya
(1835) terbit Soerabajasch Niew en Advertentiebland. Sedangkan di
Semarang terbit Semarangsche Advertentiebland dan De Searangsche
Courant.
Kemudian baru pada tahun 1900-an Dr. Wahidin Soedirohusodo menangani surat
kabar Redno Dhoemilah dalam dua bahasa yaitu Jawa dan Melayu. Hal ini
didasari setelah kolonial Belanda mengijinkan kaum Tionghoa mengelola media
cetak. Orang-orang bumiputra baru mulai belajar mengelola koran setelah
Tionghoa mulai menerbitkan surat kabar. Pada masa inilah mulai mengkampanyekan
nasionalisme, pendidikan masyarakat, persamaan derajat dan budi pekerti.
Redno Dhoemila ini merupakan media pers lokal, hanya saja surat
kabar Redno Dhoemilah ini juga didirikan oleh orang Belanda, FL Winter,
dengan perusahaan penerbit milik kolonial H Bunning Co. Dan pada tahun 1901
Datuk Sultan Marajo bersama adiknya yang bernama Baharudin Sutan Rajo nan
Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberi nama Warta
Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa
Indonesia, dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.
B. Dinamika Pers di Indonesia
Perkembangan
pers, dalam hal ini terutama surat kabar di Indonesia dapat dikategorikan ke
dalam 8 jaman, yaitu :
1.
Zaman Penjajahan Belanda.
Memories
der Nouvelles merupakan surat kabar pertama yang
terbit di Indonesia atas perintah Jan Pieterzoon Coen pada tahun 1615. Surat
kabar ini hanya ditulis dengan tangan dan diterbitkan oleh pemerintah VOC.
Tanggal 14 Maret 1688, mesin cetak dari Belanda tiba di Indonesia, maka
diterbitkanlah surat kabar tercetak yang pertama yang berisi perjanjian antara Belanda
dengan sultan Makassar. Sifat koran tercetak pertama tersebut semata-mata
komersiil belaka dan isinya adalah berita-berita tentang Indonesia dan Eropa
serta dapat dikatakan hanya diusahakan oleh seorang saja, sebab pengusaha
merangkap menjadi penerbit, pencetak sekaligus redaktur.
Pada
tahun 1828 di Jakarta diterbitkan Javasche Courant yang isinya memuat
berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari
harian-harian di Eropa. Di Surabaya (1835) terbit Soerabajasch
Advertentiebland yang kemudian diganti namanya menjadi Soerabajasch
Niews en Advertentiebland dan Semarangsche Courant. Surat kabar yang
terbit pada masa itu tidak mempunyai arti secara politis karena lebih merupakan
surat kabar periklanan. Tidak lebih dari 1000-2000 eksemplar setiap kali
terbit.
Bukan
hanya di Jawa saja orang Belanda mengusahakan penerbitan surat kabar, tetapi
juga di Sumatera dan Sulawesi. Di Padang pada masa itu terbit Soematra
Courant, Padang Handeslsbland dan Bentara Melajoe. Di Makasar (Ujung
Pandang) terbit Celebes Courant dan Makassaarch Handelsbland.
Versi
lainnya, menurut Van der Kroef, Bromartani disebut sebagai surat kabar
Indonesia pertama yang berbahasa melayu. Surat kabar ini terbit di Surakarta
pada tahun 1855 yang kemudian disusul beberapa surat kabar lainnya seperti Slompret
Melajoe yang terbit di Semarang pada tahun 1860, Bintang Timur pada
tahun 1862 di Surabaya dan Matahari di Jakarta. Namun surat kabar-surat
kabar tersebut jelas masih jauh di belakang Belanda dan China pada waktu itu.
Hal ini disebabkan karena kurangnya tenaga kerja yang cakap, kurangnya dana,
adanya tekanan dari penjajahan Belanda dan sedikitnya masyarakat pribumi yang
bisa baca tulis.
2.
Masa Kebangkitan Nasional/ Zaman
pergerakan
Diawali
munculnya pergerakan Budi utomo pada tanggal 20 Mei 1908, surat kabar Indonesia
mulai disebut sebagai surat kabar perjuangan. Surat kabar ini berfungsi sebagai
pendorong bangsa Indonesia dalam memperjuangkan nasib & kedudukan bangsa
dan untuk menyampaikan azas, tujuan dan program aksi partai mengingat mulai
munculnya banyak organisasi pergerakan dari berbagai golongan yang berbeda.
Masing-masing
organisasi memiliki surat kabar masing masing. Budi Utomo sendiri menaungi
surat kabar seperti Retnodoemilah, Darmo Kondo, Guru Desa dan Medan
Priyayi. Sarekat Islam menaungi surat kabar Utusan Hindia, Bendera
Islam, dan Kaum Muda. Serta masih banyak surat kabar lainnya yang
berada dibawah paying organisasi pergerakan lain. Surat kabar-surat kabar
tersebut membawa suara pergerakan dan membangkitkan kesadaran nasional untuk
bergerak ke arah pemerintahan sendiri. Dari segi teknik cetak dan tenaga
redaksi surat kabar ini masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan surat
kabar buatan belanda. Namun melalui surat kabar tersebut, bangsa Indonesia
lebih leluasa, teratur dan terarah dalam menyampaikan aspirasi nasional untuk
merdeka.
3.
Zaman Pendudukan Jepang
Surat
kabar Indonesia masih terbit pada awal pendaratan tentara Jepang di Indonesia
setelah pecahnya perang Pasifik pada tahun 1941. Namun setelah kurang lebih
sebulan lamanya Jepang menduduki Indonesia, surat kabar berbahasa Belanda
dihanguskan dan semua surat kabar yang tadinya berusaha berdiri sendiri dipaksa
untuk bergabung menjadi satu dengan Jepang. Segala usahanya disesuaikan dengan
rencana serta tujuan tentara jepang untuk memenangkan Perang Asia Timur Raya.
Sehingga surat kabar-surat kabar Indonesia menemui ajalnya.
Surat
kabar baru yang semata-mata menjadi alat pemerintah Jepang mulai diterbitkan. Diantaranya
Asia Raya yang terbit di Jakarta, Sinar Baru di Semarang, Suara
Asia di Surabaya dan Tjahaja yang diterbitkan di Bandung. Kabar dan
berita yang dimuat di surat kabar ini hanyalah yang pro Jepang.
Pers
nasional di masa pendudukan Jepang memang mengalami pengekangan dan penderitaan
lebih jika dibandingkan dengan masa penjajahan Belanda. Namun tidak sedikit
pula keuntungan yang diperoleh. Diantaranya, bertambah luasnya pengalaman
karyawan pers Indonesia, tersedianya fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap,
dalam bidang komersiil mengalami kemajuan.
Di
jaman Jepang, oplah surat kabar yang terbit berkisar 20-30 eksemplar perhari
dan ini merupakan suatu peningkatan yang cukup bagus. Seperti itulah keadaan
pers Indonesia di jaman pendudukan Jepang, di samping banyak hal pahit yang
dialami, namun ada juga keuntungan yang diperoleh.
4.
Masa Revolusi Fisik/ Zaman
Kemerdekaan
Setelah
diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, dalam periode ini pers Indonesia
membawa corak tersendiri dalam sifat dan fungsinya. Pers Indonesia
digolongkan dalam dua kategori, yaitu terbit dan diusahakan di daerah
pendudukan sekutu juga Belanda (pers NICA) dan pers yang terbit dan diusahakan
di daerah yang dikuasai republik (pers republic). Kedua golongan pers ini
sangat berlawanan. Pers Republik berisi semangat mempertahankan kemerdekaan dan
menentang usaha pendudukan sekutu. Pers NICA berusaha mempengaruhi rakyat agar
menerima kembali Belanda.
Pekerja
pers menyadari betapa berpengaruhnya surat kabar sebagai alat pembangkit
semangat dan jiwa kepahlawanan maka diterbitkan surat kabar berita Indonesia di
Jakarta. Surat kabar ini dianggap sebagai pelopor koran-koran republik.
Sehingga terbitlah koran-koran republik lainya di berbagai daerah. Pers
Republik memang mengalami berbagai kesulitan di daerah-daerah pendudukan namun
pada akhirnya mengalami kemenangan yang gemilang atas pers NICA. Dengan
terpaksa Belanda mengakui kedaulatan Republic Indonesia pada desember 1949.
Dalam
periode revolusi fisik ini mulai timbul gejala-gejala bahwa pers Indonesia
mulai beralih menggunakan cara yang ditempuh dalam lingkup demokrasi liberal.
Setelah dikeluarkanya maklumat pemerintah pada November 1945, mulai muncul
partai politik yang berusaha mempengaruhi pers dan memiliki surat kabar yang
dapat menjadi terompet partai tersebut. Gejala lainnya yaitu penyalahgunaan
kemerdekaan pers yang menonjol sehingga istilah-istilah yang sebenarnya kurang
pantas digunakan menjadi hal yang sudah biasa digunakan sehari-hari.
Namun
jika dilihat secara keseluruhan, peranan pers Indonesia selama revolusi fisik
tidaklah kecil. Mereka memelihara semangat perjuangan dan perlawanan rakyat
serta menyatukan tekad yang kuat menghadapi kaum penjajah.
5.
Masa Demokrasi Liberal
Periode
ini berkisar tahun 1950 sampai tahun 1959. Merupakan suatu lembaran hitam dalam
sejarah pers Indonesia. Untuk memperoleh pengaruh dan dukungan pendapat umum,
pers yang pada masa ini mewakili aliran-aliran politik yang saling
bertentangan, menyalahgunakan freedom of the press. Bahkan tak jarang
melampaui batas kesopanan.
Para
wartawan dalam masa liberal ini banyak dihinggapi jiwa liberalitas dan penyakit
sinisme. Bahkan krisis moril juga menghinggapi para pekerja pers ini. Mereka
memuat berita-berita tak bernilai, tuduhan-tuduhan keji, dan artikel-artikel
sensasional yang tidak bermutu. Pers Indonesia seolah tertidur dan lupa akan
perjuangan dan pembangunan yang harus dilanjutkan agar mampu mencapai tujuan ke
depan.
Dengan
dibentuknya kabinet Karya sebagai pengganti kabinet ARI, pers Indonesia mulai
bisa dikendalikan. Secara perlahan dan bertahap mulai melaksanakan fungsinya
seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Untuk mencapai tujuan masyarakat yang
adil dan makmurbukan dengan saling jegal-menjegal melainkan bekerja sama. Jika
ditilik kembali mengenai fungsi dan sistim pers Indonesia di masa liberal, maka
dapat dikatakan bahwa penyelewengan yang dilakukan oleh pihak pers tersebut
dikarenakan salahnya mengartikan praktik dari kebebasan per tersebut.
6.
Masa Demokrasi Terpimpin/ Orde Lama
Masa
orde lama dipimpin oleh presiden Soekarno sebagai tindak lanjut dekrit presiden
5 juli 1959. Dalam pelaksanaanya, ternyata prinsip demokrasi yang hendak
ditegakkan tidak sesuai dengan pernyataan pemerintah. Bahkan jauh menyimpang
dan bertentangan dengan UUD 1945. Kenyataan dari demokrasi terpimpin tersebut
tercemin pula dalam dunia pers Indonesia pada masa itu.
Fungsi
dan sistem pers dapat dikatakan menganut konsep otoriter. Pers digunakan
senagai terompet penguasa dan bertugas mengagung-agungkan pribadi Soekarno
sebagai pemimpin besar revolusi dan mengindoktrinasi manipol. Kekangan pers
tetap berlaku, bahkan pers diberi tugas sebagai alat kolektif penggerak
aksi-aksi masa secara revolusioner dengan membangkitkan jiwa, kehendak, dan
tindakan massa dengan tujuan melaksanakan manipol serta segala ketetapan yang
diambil pemerintah.
Kurang
lebih 10 hari setelah Dekrit Presiden RI menyatakan kembali ke UUD 1945,
tindakan tekanan pers terus berlangsung. Terjadi pembredelan terhadap kantor
berita PIA dan surat kabar Republik, Pedoman, Berita Indonesia, dan Sin Po.
Awal tahun 1960 penekanan kebebasan pers diawali dengan peringatan Menteri Muda
Maladi bahwa “langkah-langkah tegas akan dilakukan terhadap surat kabar, majalah-majalah,
dan kantor-kantor berita yang tidak menaati peraturan yang diperlukan dalam
usaha menerbitkan pers nasional”. Penguasa perang juga mulai mengenakan
sanksi-sanksi perizinan terhadap pers.
Tahun
1964 kondisi kebebasan pers makin buruk: digambarkan oleh E.C. Smith dengan
mengutip dari Army Handbook bahwa Kementerian Penerangan dan badan-badannya
mengontrol semua kegiatan pers. Perubahan ada hampir tidak lebih sekedar
perubahan sumber wewenang, karena sensor tetap ketat dan dilakukan secara
sepihak.
7.
Masa Orde Baru
Dengan
dikeluarkanya Supersemar oleh presiden Soekarno kepada Jendral Soeharto, maka
dimulailah babak baru pemerintahan Indonesia. Dalam periode ini dikatakan bahwa
UUD 45 dan Pancasila benar-benar ingin dilaksanakan secara murni dan konsekuen.
Sehingga lahirlah istilah pers Pancasila.
Menurut
sidang pleno ke 25 Dewan Pers bahwa Pers Pancasila adalah pers Indonesia dalam
arti pers yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya didasarkan pada
nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hakekat pers Pancasila adalah pers yang
sehat, bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar
informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat, dan kontrol sosial
yang konstruktif.
Masa
kebebasan ini berlangsung selama delapan tahun. Namun pers kembali seperti
zaman orde lama karena terjadi peristiwa Malari (Lima Belas Januari 1974).
Dengan munculnya peristiwa Malari beserta peristiwa-peristiwa lainnya, beberapa
surat kabar dilarang terbit/dibredel, diantaranya Kompas, Harian Indonesia Raya
dan Majalah Tempo yang merupakan contoh-contoh kentara dalam sensor kekuasaan
ini.
Pers
pasca peristiwa Malari cenderung pers yang mewakili kepentingan penguasa,
pemerintah atau negara. Kontrol terhadap pers ini dipegang melalui Departemen
Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian
memunculkan Aliansi Jurnalis Indepen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo
Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara. Pemerintah
orde baru menganggap bahwa pers adalah institusi politik yang harus diatur dan
dikontrol sebagaimana organisasi masa dan partai politik.
8.
Masa Reformasi
Titik
kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak
media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya
organisasi profesi. Kalangan pers kembali bernafas lega karena pemerintah
mengeluarkan UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi manusia dan UU no. 40 tahun
1999 tentang pers.
Dalam
UU Pers tersebut dengan tegas dijamin adanya kemerdekaan pers sebagai Hak asasi
warga negara (pasal 4) dan terhadap pers nasional tidak lagi diadakan
penyensoran, pembredelan, dan pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 2). Dalam
mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan memiliki hak tolak
agar wartawan dapat melindungi sumber informasi, dengan cara menolak
menyebutkan identitas sumber informasi, kecuali hak tolak gugur apabila demi
kepentingan dan ketertiban umum, keselamatan negara yang dinyatakan oleh pengadilan.
Hingga
kini kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Penyiaran dan Kode Etik
Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan Pers. Namun kegiatan jurnalisme ini juga
cukup banyak yang melanggar kode etik pers sehingga masih menimbulkan
kontroversi di masyarakat.
V. Majalah
A.
Sejarah Majalah
Kata ‘majalah’ berasal dari bahasa Prancis, yaitu ‘magasin’ yang berarti
gudang atau ruang tempat menyimpan sesuatu. Beberapa ahli mendefinisikan kata
‘majalah’ sebagai kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya,yang
dicetak dalam lembaran kertas ukuran kuarto atau folio dan dijilid dalam bentuk
buku, serta diterbitkan secara berkala. Majalah dapat diterbitkan secara
berkala seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali namun
tidak setiap hari.
Majalah pertama kali terbit sejak tahun 1665 di Prancis, yaitu Le Journal de
savants. Namun pada saat itu majalah ini masih berupa sisipan dari surat
kabar. Le Journal de savant ini merupakan majalah periodik yang berisi
berita penting dari berbagai buku dan penulis, komentar seni, filsafat, dan
iptek.
Di Inggris, majalah yang pertama kali terbit adalah majalah Tatler,
yaitu pada tahun 1709 – 1711 dan The Spectactor pada tahun 1711-1712.
Namun kedua majalah tersebut hanyalah merupakan majalah yang terbit singkat. Gentlemen’s
Magazine lebih tepat disebut sebagai majalah umum pertama yang terbit di
Inggris. Majalah ini mulai terbit pada tahun 1731 dan dapat bertahan hingga
tahun tahun 1901. Gentlemen’s Magazine ini berisi berbagai topik tentang
sastra, politik, biografi, dan kritisisme. Menyusul sepuluh tahun kemudian,
majalah pertama terbit di Amerika Serikat.
Sedangkan di Indonesia, pada masa – masa awal penerbitan pers, majalah lebih
banyak digunakan sebagai media penggerak massa untuk melawan pemerintahan yang
tidak berpihak pada masyarakat. Di samping itu majalah juga dijadikan alat
penyebaran ideologi, kebijakan, atau untuk memperjuangkan kepentingan kelompok
tertentu. Dengan kata lain, pada awalnya penggunaan majalah di Indonesia
cenderung bersifat idealis dan politis.
Kemudian setelah konflik politik mengendur, pers Indonesia mulai menampakkan
sisi liberal. Kepentingan yang ada dalam penerbitan majalah mulai bergeser pada
kepentingan bisnis yang berorientasi profit. Majalah – majalah baru yang
berkonten umum mulai bermunculan dengan tujuan meraih pasar seluas – luasnya
demi memperoleh keuntungan sebanyak – banyaknya.
B.
Perkembangan Majalah
Dunia percetakan mengalami kemajuan tak henti – henti sejak dikembangkannya
mesin cetak oleh Johannes Guttenberg pada tahun 1455. Penemuan mesin cetak ini
secara dramatis telah meningkatkan kecepatan produksi berbagai barang cetakan,
yang tentu saja majalah termasuk salah satunya. Dengan adanya mesin cetak ini
waktu yang digunakan untuk memproduksi barang cetakan banyak berkurang sehingga
produk yang dihasilkan juga semakin banyak.
Kemajuan teknologi juga merupakan salah satu faktor penting yang menunjang
perkembangan majalah. Sebelumnya penerbit media harus cekatan dalam pengumpulan
beritadari berbagai tempat. Makin tingginya kecanggihan teknologi cetak
mempercepat penyebaran buku dan majalah hingga menjadi massal.
Perubahan besar pada industri majalah terjadi pada tahun 1890-an, yaitu ketika
sejumlah penerbit mulai mengubah industri penerbitan majalah secara
revolusioner. Pengubahan industri penerbitan ini terjadi karena para penerbit
tersebut melihat adanya ratusan ribu calon pelanggan yang belum terlayani oleh majalah
yang ada. Maka dari itu beberapa tokoh penerbit majalah, seperti S.S. McClure,
Frank Musey, dan Cyrus Curtis menciptakan majalah yang isinya sesuai
dengan selera dan kepentingan orang banyak.
Munsey’s
dan McClure’s mulai menyajikan artikel olahraga umum, tulisan tentang perang,
lagu-lagu populer, selebritis, dan sebagainya. Sedangkan Curtis menerbitkan
majalah kaum ibu yang diberi nama Ladies’
Home Journal. Majalah – majalah lain dengan berbagai fokus yang
berbeda, seperti majalah – majalah khusus seni, arsitektur, kesehatan, dan
sebagainya pun mulai bermunculan tak lama kemudian. Kondisi ini kemudian
menimbulkan sebuah fenomena yang disebut dengan popularisasi dan segmentasi
isi.
C. Perkembangan Majalah di Indonesia
Perkembangan majalah di Indonesia
terbagi menjadi empat fase, yaitu pada masa awal kemerdekaan, zaman orde
lama, zaman orde baru, dan zaman reformasi.
a. Awal kemerdekaan
Pada
awal kemerdekaan, semua majalah diterbitkan dengan satu tujuan, yaitu untuk
menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda. Rakyat Indonesia berusaha untuk
mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa
persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa serta menegakan
kedaulatan rakyat.
b.
Zaman orde lama
Nasib
majalah pada masa orde lama dapat dikatakan sangat tragis sejak dikeluarkannya
pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di seluruh Indonesia.
Dalam pedoman ini surat kabar dan majalah di Indonesia wajib menjadi pendukung,
pembela dan alat penyebar “Manifesto Politik” yang pada saat itu menjadi haluan
negara dan program pemerintah. Akibatnya perkembangan majalah tidak begitu baik
majalah yang terbit relatif sedikit.
c.
Zaman orde baru
Awal
orde baru banyak majalah terbit dengan cukup beragam jenisnya. Bahkan terdapat
kategorisasi majalah yang terbit pada masa orde baru ini, yaitu:
· majalah berita : Tempo, Gatra, Sinar, Teras
· majalah keluarga : Ayahbunda, Famili
· majalah wanita : Femina, Kartini, Sarinah
· majalah pria : Matra
· majalah remaja wanita : Gadis, Kawanku
· majalah remaja pria : Hai
· majalah anak – anak : Bobo, Ganesha, Aku Anak Saleh
d.
Zaman reformasi
Pada
zaman reformasi tidak diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP)
untuk membuka usaha penerbitan. Hal ini membuat berbagai pihak menerbitkan majalah
baru dapat terbit sesuai dengan tuntutan pasar.
masa sekarang
Berbeda
dengan majalah pada awal diterbitkannya, seiring dengan berkembangnya zaman dan
teknologi majalah saat ini dapat langsung diakses melalui berbagai media. Baik
melalui internet atau bahkan melalui handphone sekalipun. Hal ini
semakin mempermudah masyarakat dalam mengkonsumsi majalah – majalah yang ada.
D.
Jenis – jenis Majalah
Secara
garis besar, Rivers (1983: 5) membagi majalah ke dalam empat jenis, yaitu:
1. Mass Magazine
Mass
magazine mempunyai oplah yang besar. Jenis
majalah ini berusaha menjembatani khalayak dari berbagai latar belakang melalui
isinya yang bersifat umum. Contoh dari jenis majalah ini adalah OktoMagazine
yang kontennya berisi berbagai macam topik mulai dari kesehatan, makanan dan
minuman, seni dan budaya, dan masih banyak lagi.
2. News Magazine
News
magazine memiliki jumlah pembaca yang banyak
yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu kontemporer. News magazine
memberikan pembaca pemahaman tentang konteks yang ada dalam sebuah peristiwa,
bukan sekedar fakta. Contoh : Majalah Tempo.
3. Class Magazine
Secara harafiah, class magazine dapat diartikan sebagai ‘majalah berkelas’. Kualitas dan
konten majalah ini ditujukan bagi pembaca yang berpendidikan tinggi serta
tertarik pada urusan publik dan sastra. Meski jumlah pembacanya tidak terlalu
banyak, majalah jenis ini mempunyai pengaruh yang cukup kuat karena
menghadirkan opini dari para pemimpin atau penguasa. Contoh : Majalah Cakra.
4. Specialized Magazine
Specialized
magazine menyajikan konten spesifik bagi pembaca yang spesifik pula.
Majalah jenis ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Business papers: Diterbitkan oleh lembaga independen yang bersifat
komersil. Informasi di dalamnya penting bagi bisnis, industri, atau profesi
tertentu. Salah satu contohnya adalah Majalah Franchise.
Company
publications: Diterbitkan oleh firma/perusahaan
dan didistribusikan ke karyawan, pengecer, pelanggan, dan pemegang saham.
Contoh dari jenis majalah ini adalah majalah internal perusahaan PT New Ratna Motor “â Nasmoco News â”.
Majalah ini bertujuan sebagai media komunikasi antar karyawan PT New Ratna
Motor dalam memberikan informasi dan hiburan serta sebagai sarana untuk
memberikan motivasi kerja bagi karyawan.
Association
journals: Mirip dengan business papers,
hanya saja majalah jenis ini diterbitkan oleh asosiasi atau organisasi
tertentu. Contoh : Majalah NU Aula.
VI. Penyebab Dampak Negatif Tulisan
di Surat Kabar dan Majalah
Hampir di
semua negara, kebebasan pers selalu dilindungi oleh undang-undang. Sayangnya,
terkadang ada pihak yang menyalahgunakan kebebasan pers ini dengan menulis
hal-hal yang memicu protes pembaca. Seperti yang dilakukan surat kabar asal
Denmar, Jyllands-Posten, pada edisi 30 September 2005.
Pada hari itu mereka menerbitkan dua belas karikatur satir Muhammad, nabi
terakhir agama Islam. Entah apa motif sesungguhnya Jyllands-Posten tidak
menyensor karikatur berbau SARA ini. Menurut mereka karikatur ini hanyalah
ilustrasi artikel yang membahas penyensoran diri (self-censorship) dan
kebebasan berpendapat (freedom of speech). Artikel ini ingin menunjukkan
bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun.
Sejak Organisasi Konferensi Islam (OKI) mulai
menentang karikatur ini pada Desember 2005, kontroversi ini kemudian menghangat
di dunia. Timbullah gelombang protes masyarakat dunia kepada surat kabar
ini. Ilustrasi tersebut merupakan sebuah penghinaan besar-besaran terhadap
agama Islam serta menunjukan adanya Islamofobia di Denmark. Sekretaris Jenderal
PBB pada waktu itu, Kofi Annan, turut menyatakan keprihatinannya akan peristiwa
ini dan berkata bahwa “Kebebasan pers, harus selalu diterapkan melalui
penghormatan terhadap keyakinan agama dan ajaran seluruh agama”.
Di Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun
mengecam keras adanya mengecam keras karikatur Nabi Muhammad ini, namun
beliau juga menekankan bahwa umat Muslim diharapkan menerima permintaan maaf
sang penggambar dan jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Beberapa media massa sempat
menerbitkan ulang karikatur ini, termasuk dua tabloid asal Indonesia: Tabloid
Gloria dan Tabloid PETA. Pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW ini sempat
menimbulkan keresahan masyarakat. Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Gloria,
David da Silva, memohon maaf pada masyarakat dan mengaku khilaf atas terbitnya
tabloid pada edisi 288 pekan
ke II Februari 2006. Sekitar 8,000 eksemplar edisi ini pun segera ditarik dari
pasaran.
Bahkan Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Peta,
Wahab, akhirnya ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait kasus
pemuatan karikatur kontroversial pada Tabloid Peta No. 53 edisi 12 Februari
2006. Selain Wahab, status tersangka juga ditetapkan terhadap Cepi, manajer
operasional tabloid itu. Keduanya dikenakan tuduhan dalam pasal 156 A dan pasal
157 tentang penodaan terhadap agama.
Kasus di atas hanyalah salah satu dari sekian
contoh tulisan di surat kabar yang bisa berdampak negatif. Banyak motif yang
bisa mendalangi tindakan ceroboh tersebut. Baik di sengaja maupun tidak,
hendaknya para pelaku media bisa berperilaku lebih selektif terhadap bahan
tulisannya.
B
. Sejarah dan Perkembangan Televisi, Radio, Telepon, Internet, dan Komputer
PERKEMBANGAN
SEJARAH TELEVISI
Pada
1930-an, kotak televisi yang dijual pertama kali sudah berfungsi sebagai alat
penerimaan komunikasi utama didalam rumah, perdagangan dan institusi. Pada
waktu itu televisi berfungsi sebagai hiburan dan sumber informasi berupa
berita.
Televisi
adalah sebuah penemuan teknologi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan
teknologi informasi di seluruh dunia. Pada awal perkembangannya, televisi
adalah gabungan teknologi optic mekanik dan elektronik yang digunakan untuk
merekam, menampilkan dan menyiarkan gambar secara visual.
Televisi
adalah penemuan yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Awal munculnya
televisi tidak dapat dilepaskan dair penemuan hokum elektromagnetik oleh Joseph
Henry dan Michel Faraday pada 1831. Masa ini adalah awal komunikasi elektronik.
Berikut saya akan berikan informasi
tentang perkembangan televisi.
<!--[if !supportLists]-->
a. <!--[endif]-->George Carey (1876)
membuat selenium camera yang bisa membuat seeorang melihat gelombang
listrik dan akhirnya disebut sinar katoda. Sebelumnya, gambar pertama yang berhasil
dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin facsimile mekanik sederhana,
yang kemudian dikembangkan akhir abad ke-19.
a. <!--[endif]-->George Carey (1876)
membuat selenium camera yang bisa membuat seeorang melihat gelombang
listrik dan akhirnya disebut sinar katoda. Sebelumnya, gambar pertama yang berhasil
dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin facsimile mekanik sederhana,
yang kemudian dikembangkan akhir abad ke-19.
<!--[if
!supportLists]-->b. <!--[endif]-->Pada tahun 1878, konsep pertama
pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik adalah konsep
gabungan telepon dan gambar gerak atau teleponskop, tidak lama setelah penemuan
telepon. Hal tersebut membuat para penulis fiksi ilmmiah berpendapat bahwa
suatu hari nanti cahaya juga kan dapat dikirimkan melalui media kabel. Seperti
halnya suara. Dan itu telah terbukti pada penemuan selanjutnya.
<!--[if
!supportLists]-->c.
<!--[endif]-->Pada tahun 1881,
pertama kali mengirim gambar menggunakan system pemindaian gambar, yaitu
menggunakan pontelegraf. Yang menggunaka mekanisme pemindaian pendulum.
Penggagas pertama yang menggunakan istilah televisi adalah Constatin Perskyl
dari Rusia (1900).
<!--[if
!supportLists]-->d. <!--[endif]-->Pada 1907, dua orang yang bernama Campbell
Swinton dan Boris Rosing melakukan percobaan terpisah menggunakan sinar
katoda untuk mengirim sebuah gambar.
<!--[if
!supportLists]-->e. <!--[endif]-->Televisi warna diciptakan oleh Peter
Goldmark pada 1940.
<!--[if
!supportLists]-->f.
<!--[endif]-->Sebuah lembaga
RCA (Radio Coorporation of America) memperkenalkan layar LCD pertama pada
1968.
<!--[if
!supportLists]-->g.
<!--[endif]-->Pada 1995, Larry
Weber sukses menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang.
<!--[if
!supportLists]-->h. <!--[endif]-->Pada 2000 an, penyempurnaan layar
teknologi dilakukan baik LCD, plasma, mauoun CRT.
Sejak
saat itu, hampir setiap teknologi pengiriman gambar menggunakan teknik
pemindaian gambar termasuk televisi. Konsep ini dinamakan perasteran, yaitu
sebuah proses mengubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
Selanjutnya, ini adalah perkembangan
sejarah televisi yang terjadi, mulai masa televisi mekanik hingga televisi
plasma yang ada sekarang. Seperti penjelasan singkat sebelumnya.
JENIS
TELEVISI
<!--[if
!supportLists]-->ü <!--[endif]-->Televisi analog.
Televisi jenis ini menginformasikan gambar dengan cara memvariasikan frekuensi
dan sinyal.
<!--[if
!supportLists]-->ü <!--[endif]-->Televisi
digital, yaitu alat yang befungsi menangkap siaran televisi digital. Televisi
jenis ini merupakan perkembangan dari system siaran analog ke system digital.
Dari
sejarah perkembangan televisi tesebut, maka menghasilkan jenis – jenis televisi
sesuai dengan waktu penemuan televisinya. Berikut ini beberapa jenis televisi
sesuai dengan perkembangan sejarah televisi.
- Televisi Mekanik
Televisi ini merupakan cikal bakal
lahirnya televisi. Pada tahun 1994, seorang mehasiwa bernama Julius Paul
Gottlieb Nipkow atau lebih dikenal dengan Paul Nipkow membuat Karya, yaitu
sebuah piringan mata kecil yang bisa berputar dengan lubang – lubang
didalamnya.
Sekitar 1920, John Logie Baird dan
Charles Francis Jenkins menggunakan piringan yang diciptakan oleh Nipkow
tersebut untuk menciptakan system dalam penangkapan gambar, transmisi, serta
penerimaannya dengan membuat seuruh system televisi berdasarkan system gerakan
meanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya.
- Televisi Elektronik
Pada
tahun 1920, perkembangan televisi elektronik agak tersendat karena harga
televisi mekanik lebih murah dibandingkan televisi elktronik. Namun, Voldimir
Kosmo Ziworykin dan Philo T. Farns Worth berhasil membuat televisi elektronik
dengan biaya yang murah dan terjangkau oleh masyarakat, sehingga kebanyakan
orang beralih dari televisi mekanik ke televisi elektronik.
Voldimir Zworykin mendapat bantuan
dari Senior Vice President dari RCA (Radio Coorporation of America) yaitu David
Sarnoff, karena Vladimir Zwarykin merupakan pakar yang ada di masa itu.
David Srnoff meramalkan bahwa
televisi elektronik mempunyai masa depan yang cerah dalam penjualan nantinya.
Pada tahun 1935, Fransworth dan Zworykin mulai memancarkan siaran dengan
menggunakan system yang sepenuhnya elektronik.
Pada tahun 1939, RCA dan Zworyskin
meluncurkan program regular televisinya di New York dengan mendemonstrasikan
program mereka secara besar – besaran dan mendapatkna sambutan luar biasa. Oleh
sebab itu, pada tahun 1941, NTSC (National Televisi Standards Committee)
memutuskan untuk mengadakan standarisasi sistem transmisi sisaran televisi yang
ada di Amerika.
- Televisi Berwarna
Pada tahun 1940, Peter
Goldmark menciptakan televisi warna mencapai 343 garis. Pada tahun 1953,
RCA mulai membangun sistem berwarna yang mampu diterima, baik dalam sistem
warna maupun hitam putih dan NTSC menjadikannya dengan standar untuk siaran
komersial.
- Plasma Display Televisi
Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow
menciptakan sistem computer PLATO di Universitas lllionis pada tahun 1964. Hal
itu dikembangkan oleh Larry Weber Seber sehingga pada tahun 1975 Larry Weber
dari Universitas IIIionis berhaisl membuat tampilan plasma berwarna.
Larry Weber tidak berhenti begitu
saja. Ia terus berusaha mengembangkan proyek layar plasma ini sehingga pada
tahun 1995 Larry Weber berhasil mencipatakan layar plasma yang stabil dan
cemerlang.
Dari
tahun ke tahun teknologi menunjukkan peningkatannya. Sama halnya dengan
perkembangan televisi yang sebelumnya telah dipaparkan. Berikut beberapa
perkembangan baru dalam televisi. Yaitu :
- Televisi Resolusi Tinggi
Televisi ini disebut juga High
Definition Television (HDTV) merupakan standar televisi digital
internasional. Televisi ini disiarkan dengan format berbeda dengan televise
biasa. Pada televisi biasa formatnya 4:3, sedangkan pada HDTV 16:9.
- Televisi Internet
Televisi jenis ini biasa disebut
Televisi Online (TV Daring). Televisi online merupakan situs yang memiliki
tayangan video secara terkonsep dan dapat diakses secara bebas oleh publik.
Agar dapat mengaksesnya, hanya dilakukan dengna menggunkan akses koneksi
internet pada computer. Televisi ini acaranya lebih beragam dari pada stasiun
televise local.
- Televisi Layar Datar
LCD
(Liquid Crystal Display) merupakan jenis media yang menggunakan Kristal cair
sebagai penampil utamanya. Saat ini, LCD sudah mendominasi jenis tampilan
computer maupun notebook.
Semakin
canggih teknologi yang ditemukan, maka teknologi pada televisi pun semakin
canggih. Berbagai jenis televisi beredar di dunia dan fasilitas penduduknya
yang bermacam – macam. Sekarang ini, teknologi layar televisi semakin sempurna.
Baik LCD, Plasma, maupun CRT. Semua it uterus dikembangkan demi kenyamanan para
pengguna televisi.
Tayangan
televisi di Indonesia pun mulia ramai ketika munculnya beberapa stasiun
televisi swasta. Berbagai tayangan yang dihadirkan menjadi beragam. Hal
tersebut menjadikan adanya persaingan antara stasiun televisi.
Seiring
dengan perkembangan jaman pula, tayangan televisi menampilkan berbagai macam
hiburan, mulai dari iklan, film, kuis, reality show, sampai acara music. Semua
kalangan sudah dapat menikmati tayangan televisi nasional tanpa mengeluarkan
dana yang cukup besar.
Bahkan
teknologi handphone pun ada yang mempunyai fitur televisi, sehingga
pemilik handphone tersebut dapat menikmati tayangan televisi.
Diluar
dari pembahasan perkembangan televisi, televisi yang mudah didapatkan tersebut
mempunyai dampak positif dan negative bagi kehidupan manusia. Dampak positifnya
banyak, akan tetapi dampak negatif nya juga ada. Tergantung dari si pengguna
televisi tersebut.
Dan,
keberadaan televisi yang sangat mudah didapatkan ini juga, jangan sampia
berdampak negativf terhadap perkembangan anak, yaitu khususnya generasi muda.
Maka dikembalikan lagi kepada perkembangan sejarah televisi tersebut, yang pada
awalnya berfungsi sebagai media informasi.
Demikian informasi mengenai perkembangan televisi di dunia.
Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita mengenai
dunia pertelevisian khususnya.
http://qonitasudarman.blogspot.com/2013/03/perkembangan-televisi-di-dunia.html
http://qonitasudarman.blogspot.com/2013/03/perkembangan-televisi-di-dunia.html
Sejarah perkembangan Radio

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
Sejarah Radio
Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Sejarah Singkat Perekembangan Radio
1877 : Edison memperkenalkan phonograph
1895 : Marconi menemukan radio transmitter dan menjadikannya sebuah bisnis
1906 : De Forest menemukan vacuum tube
1920 : Frank Conrad memulai KDKA di Pittsburg
1926: RCA memulai jaringan radio NBC
1934 : Didirikankannya Komisi Komunikasi Federal
1949 : Dimulainya era radio DJ
1970 : Stasiun FM meningkat, mulai terdengar gaungnya dan sudah memiliki audience yang segmented
1996 : Perilaku komunikasi menyebabkan banyak radio yang melakukan merger dan kerjasama
2000 : Situs internet Napster diperintahkan untuk mengakhiri saling berbagi file di internet secara bebas
2002 : Stasiun Radio Web setuju untuk berbagi sebagian keuntungannya untuk para musisi dan label untuk menggunakan hak cipta musik.
Radio Satelit
Teknologi siaran radio mengalami revolusi dengan munculnya siaran radio berbasis satelit (satellite radio broadcast). Sejarahnya dimulai pada tahun 1992 di Amerika Serikat (AS). Saat itu, FCC (Federal Communications Commission) yang merupakan badan pengatur telekomunikasi di AS mengalokasikan sebuah spektrum di band frekuensi “S” (sekitar 2,3 GHz) untuk siaran nasional (di AS) berbasis satelit dengan menggunakan audio digital (digital audio radio service/DARS). Hanya ada empat perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapat izin siaran.
Radio
Tahun 1997, FCC memberi izin kepada: CD Radio (yang berganti nama menjadi Sirius Satellite Radio) dan American Mobile Radio (yang berganti nama menjadi XM Satellite Radio). Masing-masing membayar lebih dari 80 juta dollar AS untuk menggunakan band atau pita frekuensi yang tersedia. Ternyata, hanya XM Radio-lah yang dapat melanjutkan bisnisnya dan mulai siaran secara nasional pada 25 September 2001. Sementara Sirius belum mampu menindaklanjuti, dengan gencar XM Radio menawarkan aneka program dan penerimaan audio berkualitas tinggi bagi penggemar home audio dan car audio. Dari pusat siaran (broadcast centre) di Washington DC yang mempunyai 82 studio digital, XM Radio memancarkan 101 saluran yang berisi program acara: musik, berita, wawancara atau talk show, olahraga, komedi, dan acara anak-anak. Ke-101 saluran itu dipancarkan bersama-sama ke satelit. Para pelanggan dapat menerima langsung dari satelit atau melalui stasiun pengulang (repeater) yang ada.
Penggabungan Radio Seluler
Kemudahan berbagai keperluan bisa diakses melalui ponsel berkat penggabungan teknologi RFID ( Radio Frequency Identification) dengan teknologi selular. Teknologi RFID yang diterjemahkan oleh situs resmi RFID ( www.rfidjournal.com ) sebagai terminologi umum untuk menggambarkan sistem transmisi identitas (auto ID) secara nirkabel melalui gelombang radio. Auto ID ini mencakup bar codes, optical character readers dan beberapa teknologi biometrik seperti pemindai retina mata. Teknik Auto ID ini digunakan untuk mengurangi biaya tenaga kerja, efisiensi waktu, maupun membuat akurasi data lebih presisi dibanding cara manual.
Radio phone
RFID pada prinsipnya microchip yang bisa merespon sinyal radio dengan pemancar jarak jauh. Dengan tempelan antena -yang juga mikro- mayoritas RFID bekerja tanpa baterai karena untuk mengirim kembali responnya RFID memakai sumber tenaga dari sinyal radio. Dengan singkatnya proses ini, tak heran perusahaan dengan proses monitoring barang bejibun seperti pasar swalayan banyak memanfaatkan kelebihan teknologi ini. Kelebihan RFID inilah kemudian mengusik minat vendor ponsel mengawinkannya dengan handset
C.
sejarah
telegram (telegraf)
Telegraf elektrik pertama
kali ditemukan oleh Samuel Thomas von
Sommering pada tahun 1809. Kemudian pada tahun 1832, Baron Schilling membuat
telegraf elektrik pertama. Carl Friedrich
Gauss dan Wilhelm Weber merupakan
orang pertama yang menggunakan telegraf elektrik untuk alat komunikasi tetap
pada tahun 1833 di Gottingen.
Telegraf komersil pertama
dibuat oleh William Fothergill
Cooke telegraf ini dipatenkan di Inggris pada tahun 1837. Telegram
ini dikirimkan pada jarak 13 mil/21 km dan mulai dioperasikan pada tanggal 9
April 1839.
Pada tahun 1843, seorang penemu asal Skotlandia, Alexander Bain, menemukan
sebuah alat yang bisa dikatakan merupakan sebuah mesin faksimil pertama. Ia
menyebut penemuannya ini dengan recording telegraph .
Telegraf yang ditemukan Bain ini mampu mengirimkan gambar
menggunakan kawat elektrik. Pada tahun 1855, seorang biarawan Italia Giovanni Caselli, juga
membuat sebuah telegraf elektrik yang dapat mengirimkan pesan. Caselli menamai
penemuannya ini dengan Pantelegraf. Pantelegraf telah sukses
digunakan dan diterima sebagai saluran telegraf antara kota Paris dan Lyon.
Sebuah telegraf elektrik, pertama kali dengan bebas ditemukan dan
dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1837 oleh Samuel F. B. Morse. Asistennya Alfred Vail, membuat kode
morse yang menyimbolkan huruf dengan Morse. Telegraf Amerika pertama dikirimkan
oleh Morse pada tanggal 6 Januari 1838 melalui 2 mil/3 km kawat di Speedwell
Ironworks dekat Morristown, New Jersey. Pesannya dibaca "Seorang penunggu
yang sabar bukanlah pecundang" dan pada tanggal 24 Mei 1844, ia mengirim
sebuah pesan “Apa yang telah Tuhan ciptakan" dari the Old Supreme Court
Chamber di Gedung DPR di Washington kepada Mt. Clare Depot di Baltimore.
Morse/Vail telegraf dengan cepat disebarkan pada duas dasawarsa berikutnya.
Kabel lintas atlantik mulai dicoba digunakan pada tahun 1857,
1858, dan 1865. Kabel pada tahun 1957 hanya dioperasikan beberapa kali. Kabel
telegraf komersil pertama yang mampu melintasi samudera atlantik berhasil
diselesaikan pada tanggal 18 Juli 1866.
Australia merupakan penghubung pertama dunia pada Oktober 1872
melalui telegraf bawah laut di Darwin. Hal ini menimbulkan berita baru bagi
dunia. Kemajuan teknologi telegraf selanjutnya terjadi pada awal tahun 1970,
ketika Thomas Edison menemukan telegraf dua arah dengan rangkap dua
penuh dan melipatgandakan kapasitasnya dengan menemukan guadruplex pada
tahun 1874. Edison mendaftarkannya pada lembaga pematenan US dan duplex
telegraf berhasil dipatenkan pada tanggal 1 september 1874.
Pada Awal tahun 1830, telegraf elektrik berkembang dengan
digunakannya tegangan listrik untuk mengontrol elektromagnet yang didengarkan
pada ujung-ujung transmisi. Keterbatasan teknologi saat itu adalah hasil
pengiriman kode melalui kabel tidak dapat di print. Kemudian, telegrap elektrik
dikembangkan dengan menggunakan elektromagnet receiver.
Dengan elktromagnet receiver, kode morse dapat ditranslate dari pendengarnya
dalam bentuk tulisan.
Sejarah telegram
Samuel F. B. Morse, seorang berkebangsaan Amerika adalah orang
pertama yang menemukan telegram sebagai alat pengirim telegram. Telegram mulai
dipopulerkan pada tahun 1920-an. Pada saat itu tarif pengiriman telegram lebih
murah daripada tarif telepon. Tarif mengirim telegram dihitung berdasarkan
jumlah karakternya, termasuk tanda baca. Jangkauan pengiriman berita melalui
telegram meliputi lokal maupun internasional. Waktu yang dibutuhkan untuk
mengirim telegram adalah kurang dari satu hari. Keunikan dari telegram adalah
tanda baca dituliskan. Telegram yang popular di Indonesia berada dibawah
naungan perusahaan Telkom.
Pada tahun 1873 seorang operator
telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa
cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa
digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel
silenium (selenium photocell).
Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph
Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang
selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers
Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian ditemukan sebuah piringan metal
kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa
yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul
Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal
lahirnya televisi.
Sekitar tahun 1920 John
Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934)
menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam
penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh
sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran
maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung
hampa (Cathode Ray Tube)
Jenis-jenis Telegram Telegram dibagi
menjadi dua jenis :
1. Telegram biasa
2. Telegram Indah
Telegram biasa berwarna biru muda ,
sedangkan telegram indah, merupakan telegram yang dikirimkan khusus pada
hari-hari tertentu contohnya hari raya maupun tahun baru.
D.
SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL
Teknologi digital yang
telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada
awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an.
Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai
awal era Informasi. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang
dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang
membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah
segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas
digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.
Dasar Teknologi Informasi
dan Komunikasi Revolusi digital didasari dengan adanya perkembangan komputer
elektronik digital, komputer pribadi, dan khususnya mikroprosesor dengan
kinerjanya terus meningkat (seperti yang dijelaskan oleh [Moore [s hukum]]),
yang memungkinkan teknologi komputer untuk tertanam ke berbagai objek besar
dari kamera ke pemutar musik pribadi. Sama pentingnya adalah pengembangan
teknologi transmisi termasuk jaringan komputer, para Internet dan penyiaran
digital. 3G ponsel, yang tumbuh pesat penetrasi sosial di tahun 2000, juga
memainkan peran yang sangat besar dalam revolusi digital karena mereka secara
bersamaan memberikan hiburan di mana-mana, komunikasi, dan konektivitas online.
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat
keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk menyimpan informasi, melainkan
juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Perkembangan Teknologi
Analog ke Digital Perkembangan teknologi pada awalnya dimulai dari teknologi
analog. Ketika komputer personal muncul pertama kali, komunikasi dan modem
analog baru mencapai kecepatan 300 atau 1200 bit per detik. Saat ini kecepatan
24,4 kbps atau 33,6 kbps merupakan hal yang umum. Dan seiring dengan
perkembangan jaman, teknologi ini pun berevolusi ke teknologi digital.
Teknologi analog dalam pengetahuan secara awam adalah teknologi yang masih
menggunakan teknologi yang serba manual dan mungkin sangat merepotkan.
Teknologi-teknologi analog diperkirakan mampu mendekati batas kecepatan
teoritis, tetapi modem-modem jenis ini mempunyai kelemahan karena komunikasi
suara & transfer data tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Berbeda
dengan teknologi digital yang sudah sering kita gunakan. Teknologi digital yang
muncul pada awal tahun 1980-an ini dikenal mudah, canggih, dan lebih efisien
dalam bekerja. Perkembangan teknologi analog dan digital tidak hanya terjadi
dalam dunia komputer saja, melainkan dalam kamera, televisi, dan masih banyak
lagi.
C.
DAMPAK
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM BERBAGAI BIDANG
a. Dampak Terhadap Bidang Ekonomi dan
Industri
a)
Positif
Kemajuan
teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari
aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan
reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin
meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan
teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan
bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara
individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat
dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih
penting konsumen tidak perlu pergi ke toko yang jauh dari tempat tinggal.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah
skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan
ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga
kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang
diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu
mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan
tenaga kerja yang berubah tersebut.
b)
Negatif
Terjadinya
pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai
dengan yang dibutuhkan
Sifat
konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga
melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros
dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
Adanya
limbah industri yang mengganggu kehidupan masyarakat antara lain mencemari
sungai, mengakibatkan polusi udara dan sebagainya.
b. Dampak Terhadap Bidang Pendidikan dan Sosial
Budaya
a)
Positif
Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan.
Munculnya
metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam
proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru
yang membuat siswa mampu memahami materi-materi dengan mudah, seperti pembelajaran dengan menggunakan
proyektor.
Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan pembelajaran melalui jaringan internet, seperti : e-learning, yang
telah banyak diterapkan diberbagai lembaga pendidikan bahkan universitas
ternama.
b)
Negatif
Pemanfaatan
jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
Penggunaan
informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Jika
anak-anak terlalu banyak dihadapkan dengan layar computer akan mengurangi
kesehatan, terutama pada mata, jika telah berhubungan dengan computer pasti
mengetahui dan sering bermain dengan aneka permainan di komputer yang apabila
lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya, hal ini disebabkan
pengaruh radiasi monitor komputer yang terserap ke otak melalui matanya. Atau
seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena
frustasi tidak dapat menyelesaikan permainan bomber man.
Penyebab
sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap serba
instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan dan otomatis yang
berpengaruh denagn jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah
kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestyle.
c. Dampak Terhadap Transportasi Dan Komunikasi
a)
Positif
Di
bidang komunikasi kita akan lebih cepat mendapatkan informasi – informasi yang
akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet. Kita juga dapat
berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui
handphone.
Dengan
adanya kendaraan-kendaraan yang dihasilkan oleh teknologi, maka masalah
transportasi dan komunikasi bukan merupakan suatu hambatan untuk mencapai
kemajuan contohnya kendaraan motor, mobil, kereta api, pesawat terbang,
helikopter,
Pembangunan
jalan-jalan layang di darat, jembatan gantung dan sebagainya dapat mengatasi
kesulitan transportasi, memperlancar hubngan antar daerah.
b)
Negatif
Dampak negatif terhadap
komunikasi dan transportasi antara lain :
o Banyaknya
kendaraan khususnya jalur darat yang membuat kemacetan yang cukup parah
diberbagai ruas jalan raya.
o Kendaran
seperti di kota-kota besar yang sangat ramai dan sering terdapat kendaraan yang
tidak layak pakai seperti pada kendaraan umum yang menyebabkan tingginya polusi
udara yang berbahaya pada kesehatan manusia.
o Radiasi
handhone yang kurang bagus untuk kesehatan yang terjadi apabila pemakain yang
diluar batas, seperti terlalu sering berbicara atau berkomunikasi melalui
handphone dapat merusak pendengaran.
o Handphone
yang dijaman sekarang ini yang sangat mudah untuk didapatkan dapat dijadikan
sebagai bahan penyebaran-penyebaran informasi yang membawa pengaruh buruk,
seperti video dan gambar-gambar porno.
o Munculnya
banyak jejaring social yang dapat dengan mudah diakses oleh semua kalangan
termasuk pelajar dibawah umur, seperti anak SD yang dapat menyita waktu mereka,
seharusnya waktu tersebut digunakan untuk belajar atau mendengarkan penjelasan
materi yang sedang disampaikan oleh guru, dengan adanya hal tersebut mereka
lebih memilih untuk online lewat akunnya atau bermain game online favoritnya.




nice info kak keren
BalasHapusperbedaan tepung maizena dan tepung tapioka